Perpustakaan terbesar Turki dibuka di Istanbul

0
161

Istanbul akan segera membuka  perpustakaan umum terbesar di negara Turki. Rami Artillery Quarters yang sangat bersejarah, dibangun pada 1770-an di distrik Eyup di sisi kota kawasan Eropa, akan diubah menjadi perpustakaan dengan kapasitas 7 juta buku. Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan proyek tersebut minggu lalu saat makan malam di ibukota Ankara. Proyek ini juga disebutkan dalam manifesto pemilihan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK).

“Kami sedang berupaya mendorong generasi Turki untuk [membaca] buku-buku,” kata Erdogan dalam sebuah acara di distrik Zeytinburnu di Istanbul pada hari Minggu (10.06).

Dalam keterangannya kepada Anadolu Agency, Coskun Yilmaz, direktur budaya dan pariwisata provinsi, mengatakan: “Rencana kami ialah membangun perpustakaan terbesar di Turki. Begitu proyek ini selesai, ini akan menjadi kandidat untuk perpustakaan terbesar di dunia. ”

Perpustakaan akan memiliki ruang baca, ruang pameran, kafe, bioskop, dan toko. “Akan ada ruang di mana pengunjung dapat duduk dan menghabiskan waktu berjam-jam,” kata Yilmaz.

Perpustakaan akan menjadi tempat bagi anak-anak dan kolektor, untuk menikmati buku-buku tentang seni dan kota. Sebuah museum akan memberi tahu pengunjung tentang sejarah buku hingga penemuan kertas, kata Yilmaz. Tempat parkir akan memiliki kapasitas 1.250 kendaraan. Proyek tersebut, diperkirakan menelan biaya 200 juta Turkish Liras [$ 43,3 juta], akan dibuka pada 2020.

Perpustakaan raksasa lainnya direncanakan untuk ibukota Ankara. Perpustakaan Kepresidenan sedang dibangun di dalam kompleks kepresidenan yang terletak di lingkungan Bestepe Ankara. Berbicara dalam rapat umum pekan lalu, Erdogan mengatakan perpustakaan yang pembangunannya dimulai pada musim panas 2016 akan menampung 5 juta buku. Ini akan tetap buka selama 24 jam, tambahnya.

Perpustakaan akan memiliki infrastruktur modern dengan menggunakan arsitektur Ottoman dan Seljuk. Kepala Asosiasi Pustakawan Turki, Ali Fuat Kartal, mengatakan kepada Anadolu Agency: “Ini adalah langkah yang bagus bahwa perpustakaan dengan fitur unik sedang dibangun dengan koleksi yang diperkaya.”

Ketika pembangunan selesai pada 2019, gedung ini akan terdiri dari bagian terpisah untuk peneliti, anak-anak, dan pelajar. Ini juga akan memungkinkan para peneliti untuk mengakses banyak perpustakaan terkemuka di dunia melalui koneksi digital dan akan menjadi bangunan ketiga dari kompleks presiden yang akan dibuka untuk umum.

Kartal mengatakan perpustakaan juga akan menawarkan kesempatan kerja bagi hampir 400 pustakawan terlatih. Bulan April lalu, pembantu presiden Ibrahim Kalin mengatakan perpustakaan akan membantu meningkatkan tingkat melek huruf di negara tersebut.  Menurut laporan 2017 yang diterbitkan oleh Lembaga Statistik Turki, Turki memiliki sekitar 29.000 perpustakaan di seluruh negeri. Ini termasuk satu perpustakaan nasional, 1.137 perpustakaan umum dan lebih dari 500 perpustakaan universitas.

 

Sumber: Yeni Safak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here