Pernyataan Kementrian Luar Negeri Turki Terkait Konvensi Istanbul

0
71

BERITATURKI.COM, Ankara – Untuk menanggapi akan protes dunia internasional terkait penghapusan Konvensi Istanbul oleh Pemerintah Turki, Kementrian Luar Negeri Turki mengeluarkan pernyataan resmi terkait masalah ini. Dalam pernyataan tersebut dituliskan bahwasannya Republik Turki adalah sebuah Negara yang melindungi hak-hak perempuan dari kekerasan. Dan konvensi Istanbul  memang sebuah konvensi dari Majlis Eropa yang disusun dengan tujuan dasarnya untuk “Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga”.

Dalam pernyataannya ini ia juga mengungkapkan bahwa isi Konvensi Istanbul mengandung banyak unsur-unsur yang sensitif sehingga dapat menimbulkan kritik dari masyarakat. Adapun isi pernyataan tersebut sebagai berikut:

 “Intinya Konvensi ini juga banyak dipermasalahkan di beberapa Negara anggota Majelis Eropa, bahkan beberapa Negara Eropa yang sudah menandatangani konvensi ini malah memilih untuk tidak mengesahkan konvensi ini. Maka Penghapusan Konvensi Istanbul oleh Republik Turki tidak boleh diartikan bahwa Turki Negara yang tidak mendukung norma-norma dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan. Republik Turki memiliki undang-undang sendiri tentang perlindungan hak-hak perempuan dengan nilai norma-norma yang tinggi. Kami akan terus mengambil semua tindakan yang diperlukan bersama dengan lembaga dan organisasi terkait untuk memperkuat dan menjaga hak-hak perempuan dan melanjutkan perjuangan melawan kekerasan terhadap perempuan secara lebih efektif.”

Konvensi Istanbul pertama kali ditanda tangani pada tahun 2011 pada pertemuan Komite Menteri Majelis Eropa ke-121 yang diadakan di Istanbul. Konvensi ini disetujui dan diberlakukan di 34 negara termasuk Turki, akan tetapi beberapa negara  seperti Ukraina, Inggris, Republik Ceko, Slovakia, Moldova, Lithuania, Liechtenstein, Latvia, Hongaria, Armenia dan Bulgaria hanya menandatangani perjanjian tersebut tetapi tidak memberlakukannya.

Uni Eropa sendiri menandatangani konvensi ini pada tanggal 13 Juni 2017, sementara Rusia dan Azerbaijan yang merupakan anggota Majelis Eropa, malah menolak menandatangani konvensi tersebut. Beberapa isi Konvensi Istanbul dapat memberikan dampak negatif pada permasalahan kesetaraan gender di Turki seta menyebabkan rusaknya nilai-nilai tradisional di keluarga masyarakat Turki.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here