Pernyataan dari Aktivis Uighur

0
73

Muslim Uighur berduka. Berdasarkan kabar dari Human Rights Watch, etnis Uighur dipantau secara ketat oleh pemerintah Cina. Mereka harus memberikan sampel biometrik dan DNA.

Beberapa kelompok HAM melaporkan bahwa etnis Uighur dimasukkan kedalam kamp-kamp dan dipaksa belajar bahasa Mandarin hingga diarahkan untuk meninggalkan keyakinan mereka.

Hingga saat ini, berbagai pernyataan sikap terus bermunculan, tak terkecuali dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, MUI, dan Kementrian Agama.
Beberapa waktu lalu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI juga telah mendesak pemerintah untuk mengambil peran dalam menghentikan persekusi etnis Uighur.

Mengutip Anadolu Agency, Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan bahwa sebagai negara muslim terbesar yang memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Tiongkok, idealnya Indonesia berperan serta dalam menegakkan hak asasi manusia terkait memeluk dan menjalankan ajaran agama di negara itu.

Terkait hal tersebut, muncul video seorang aktivis Uighur yang menyuarakan derita etnis Uighur yang mengalami penindasan oleh pemerintah Cina. Berikut petikan video tersebut:

“Sudah tak terhitung angka dari kasus pemerkosaan. Tak ada yang peduli kepada kami. Orang Cina melakukan segala hal untuk mendapatkan itu. Penindasan Cina didunia. Meskipun dunia tahu agresi mereka, Dunia seolah tidak melihatnya. Meskipun dunia melihatnya, mereka menutup mata mereka orang-orang Uighur sekarat disana. Para wanita sekarat dikarenakan pemerkosaan. “

Mari kita semua dukung saudara muslim kita dengan ikut Gerakan Nyata Peduli Uighur. Gerakan peduli bersama dengan menyalurkan bantuan Anda melalui rekening Bank Mandiri 166-00-3332222-3 a.n Yayasan Aksi Insan Nusantara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here