Permainan Strategi Tradisional Turki ‘Mangala’ Masuk Dalam Daftar UNESCO

0
42

Mangala atau göçürme masuk sebagai warisan budaya tak benda peninggalan Ottoman, kalau di Indonesia namanya apa ya?

BERITATURKI.COM, Ankara- Permainan “strategi & intelijen” tradisional Turki bernama ‘Mangala’, yang merupakan salah satu alat sosialisasi dan berbagi budaya pada periode Ottoman, telah ditambahkan ke Daftar Perwakilan UNESCO untuk Warisan Budaya Takbenda, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Mehmet Nuri Ersoy, Kamis (18/12).

Perkembangan ini terjadi setelah penambahan seni miniatur ke dalam daftar pada sesi ke-15 Komite Antar-pemerintah untuk penyelamatan Warisan Budaya Takbenda, yang diadakan secara online pekan ini hingga Sabtu (hari ini; red).

Permainan itu diajukan untuk dimasukkan dalam daftar UNESCO tahun lalu dengan Kazakhstan dan Kyrgyzstan di bawah mediasi Turki. Dengan tambahan ini, jumlah unsur budaya Turki dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda telah mencapai 20 buah.

Mangala, yang juga dikenal sebagai “göçürme,” biasanya dimainkan oleh dua orang, atau oleh dua set orang. Permainan ini dapat dimainkan di lubang yang digali di tanah atau di papan khusus.

Tujuan utama gim ini, yang menarik bagi setiap kelompok umur, adalah mengumpulkan batu dalam jumlah terbanyak.

Kacang atau biji-bijian juga bisa digunakan sebagai pengganti batu. Bergantung pada jumlah pemain dan jenis permainan, dibutuhkan dua, tiga, atau empat lubang peringkat.

Batu-batu tersebut didistribusikan di antara lubang-lubang sesuai dengan aturan permainan, dan pemain yang mengumpulkan jumlah batu terbanyak menang. Durasi permainan tergantung dari jumlah pemain dan aturan mainnya.

Permainan Mangala dimainkan terutama di istana, penginapan, dan halaman masjid di Kekaisaran Ottoman. Permainan dapat dilihat dalam banyak ilustrasi dan miniatur waktu.

Hari ini, itu dimainkan di sekolah, kursus, dan pesta tradisional. Banyak yang memainkan versi papan permainan dalam kenyamanan rumah mereka. Itu masih mempertahankan signifikansi budaya dan kualitas sosialisasinya.

Gim ini meningkatkan keterampilan kognitif, emosional, dan motorik para pesertanya sambil meningkatkan kemampuan strategis dan kreatif mereka. Ada banyak varian permainan lainnya di seluruh dunia.

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here