Perkuat Solidaritas Kaum Wanita, Pertemuan Pengungsi Wanita Terbesar di Dunia Digelar di Cappadocia

0
41
Foto Daily Sabah

BERITATURKI.COM, NEVŞEHİR  – Hampir 2.000 pengungsi perempuan yang tinggal di Turki berkumpul di tujuan wisata populer, Cappadocia di Anatolia tengah, pada hari Sabtu, 9 Maret 2019, untuk merayakan Hari Perempuan Internasional dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang masalah umum yang dihadapi oleh pengungsi perempuan dan memperkuat solidaritas di antara mereka.

Dalam acara tahunan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Solidaritas dengan Pencari Suaka dan Migran (ASAM), para pengungsi perempuan yang telah tinggal di berbagai bagian Turki, bertemu di Cappadocia dengan tema “Women Are Stronger Together”.

Para pengungsi perempuan, masing-masing dengan cerita dan latar belakang yang unik, melepaskan diri dari tugas dan tanggung jawab mereka sehari-hari dan menikmati satu hari di hot spot wisata Cappadocia, dengan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial. Para wanita pengungsi datang dari berbagai provinsi, termasuk Ankara, Nevşehir, Konya, Kırşehir dan Gaziantep. Tahun ini acara ini diadakan untuk yang ke-12 kalinya.

Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa solidaritas di antara para wanita tidak mengenal batas, meleburnya kehidupan wanita Turki dan para pengungsi perempuan dengan kehidupan bertetangga, berhasil membawa jejak budaya Turki dan budaya wanita pengungsi itu sendiri serta menghasilkan desain yang indah, penuh warna dengan beberapa pola dan siluet wanita yang saling berintegrasi.

Mengutip Daily Sabah tentang acara tersebut, Wakil Koordinator Umum ASAM Buket Bahar Divrak mengatakan: “Acara ini bertujuan untuk menarik perhatian pada masalah-masalah serupa yang dihadapi perempuan yang tinggal di berbagai daerah, meningkatkan solidaritas dan berkontribusi pada kohesi sosial antara penduduk setempat seta pengungsi perempuan”.

Menurut data Direktorat Jenderal Manajemen Migrasi Kementerian Dalam Negeri hingga Februari 2019, jumlah pengungsi terdaftar yang berada di bawah perlindungan sementara atau perlindungan internasional di Turki adalah lebih dari 4 juta, setengahnya adalah kaum ibu dan remaja perempuan. Secara khusus, jumlah perempuan Suriah yang berlindung di Turki tercatat cukup tinggi. Banyak wanita Suriah yang berharap untuk memulai kehidupan baru dan terpaksa harus meninggalkan rumah mereka karena perang saudara yang dimulai pada 2011. Para wanita Suriah dan pengungsi lain di Cappadocia menunjukkan bahwa terlepas dari pengalaman pahit berupa perang, mereka telah berusaha membangun sebuah masa depan baru dan berdiri di atas kaki mereka sendiri.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here