Peringatan keras Sekjen Nato Kepada Putin : Menargetkan Warga Sipil Merupakan Sebuah kejahatan Perang

BERITATURKI.COM, Brussel – Perang Ukraina-Rusia telah memasuki hari ke-41. Setelah Rusia meninggalkan kota Bucha yang berdekatan dengan ibukota Kyiv, puluhan mayat warga sipil ditemukan di jalan-jalan. Hal ini telah menggemparkan seluruh seluruh dunia. Disisi lain, Ukraina dan NATO menyatakan bahwa Rusia telah melakukan kejahatan perang.

Presiden Ukraina Zelensky yang pergi ke wilayah itu untuk melihat para korban di Bucha secara langsung, mengatakan dalam pernyataan terbarunya sebagai berikut: “Sangat sulit untuk bernegosiasi dengan Rusia dalam kondisi saat ini, tetapi saya tidak punya pilihan lain. Kalaupun ada, itu bukan pertemuan antara Putin dan saya.”

Zelenski juga turut berkomentar terkait mayat warga sipil yang ditemukan di Bucha, “Kami akan menyelidiki kasus kejahatan perang ini, kami akan melibatkan penuntutan negara lain selama proses tuntutan ini.” ungkapnya.

Sekretaris Jenderal NATO Stoltenberg juga membuat pernyataan penting tentang perang Ukraina-Rusia pada hari Selasa (5/4) mengenai tuduhan kejahatan perang terhadap Putin. Dalam hal ini Stoltenberg mengatakan, “Menargetkan warga sipil adalah kejahatan perang. Gambar-gambar yang diambil di Bucha merupakan sebuah kebrutalan yang belum pernah disaksikan Eropa selama beberapa dekade ini. Maka dari itu kami kami akan terus mendukung Ukraina.”

Sambil Menekankan bahwa Moskow tidak akan menyerah pada tujuannya di Ukraina, Stoltenberg menyatakan bahwa tentara Rusia saat ini fokus di wilayah Donbas timur. Memperhatikan bahwa mereka memprediksikan akan ada serangan baru Rusia di Ukraina timur dalam beberapa minggu mendatang, Sekretaris Jenderal NATO mengatakan bahwa dukungan senjata yang diberikan oleh anggota aliansi NATO ke Ukraina secara tegas akan dilanjutkan.

Stoltenberg juga memberikan pesan bahwa anggota NATO akan berbuat lebih banyak untuk negara-negara seperti Bosnia dan Herzegovina dan Georgia. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan, “Kita perlu melanjutkan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Putin. Kita harus memberi sanksi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

Sumber : Sondakika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here