Perdebatan Status Hagia Sophia Di Parlemen Turki Memanas.

0
167
Aya Sofya
Pemandangan "Bekas Masjid" Hagia Sophia pada malam hari, yang hari ini telah menjadi Musium.

Anggota Parlemen dari Partai oposisi (CHP) İbrahim Kaboğlu; “Bahkan Masjid ‘Blue Mosque’ Pun Harus Diubah Menjadi Musium.”

BERITATURKI.COM, Istanbul (12/06)

Perdebatan tentang kemungkinan pembukaan kembali Museum Hagia Sophia di Istanbul sebagai masjid telah berubah menjadi pertikaian politik domestik antara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) yang berkuasa dan oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP), kata seorang anggota parlemen dalam informasi yang diterima Harian Hurriyet Daily.

Wakil ketua umum partai oposisi Turki CHP, İbrahim Kaboğlu melontarkan sebuah pernyataan bahwa Hagia Sophia, Masjid Sultanahmet, dan Istana Topkapi adalah “warisan bersama” seluruh masyarakat dan harus tetap dipertahankan sebagai museum termasuk Masjid Sultan Ahmet, ujarnya.

Istana Topkapi harus dilestarikan sebagai museum, Hagia Sophia harus dilestarikan sebagai museum, dan bahkan Sultanahmet harus menjadi museum karena merupakan warisan umum kemanusiaan,” kata Kaboğlu pada 11 Juni di parlemen.

Kaboğlu mengatakan, bahwa ia dan partainya akan mengambil keputusan untuk membawa ini ke Dewan Negara untuk memutuskan apakah museum harus diubah menjadi masjid, seperti pada masa pemerintahan Ottoman, menurutnya “Masalah Hagia Sophia merupakan bagaian dari instrumentisasi peradilan.”

Setelah menerima reaksi dari anggota parlemen AKP atas komentarnya di Masjid Sultanahmet, ia merevisi komentarnya dalam sebuah wawancara dengan harian Hürriyet, mengatakan bahwa ia tidak pernah meminta konversi Sultanahmet, tempat ibadah, tetapi harus dianut “dalam arti empati dan dengan perspektif yang lebih universal”, ia berkilah.

Juru bicara AKP Ömer Çelik menuduh proposal wakil ketua CHP untuk mengubah Masjid Sultanahmet menjadi museum sebagai “tidak menghargai” nilai-nilai dan budaya Turki. “Kami sangat mengutuk mentalitas ini,” katanya. Dia menuduh CHP berbicara seperti “negara musuh” yang menentang Turki. “Mereka yang berpikir seperti ini hanya berbicara tesis negara-negara lain seperti kritik terkait masalah Libya, Mediterania timur dan Suriah,” kata Çelik.

“Turki telah memperkuat rasa hormat terhadap tempat-tempat ibadah semua agama selama bertahun-tahun. Mereka [CHP] melakukan segala macam rasa tidak hormat di parlemen terhadap negara ini,” tambahnya lagi.

Sementara itu, kepala Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet) Ali Erbaş berbicara kepada harian Hürriyet, menyatakan bahwa, terkait dengan kemungkinan mengubah museum menjadi masjid, menurutnya “Tentu saja, kami akan sangat senang membuka Hagia Sophia untuk beribadah. Saya harap itu terbuka. Jika dibuka, sebagai Presidensi Urusan Agama, kami akan menyediakan layanan keagamaan kami seperti yang kami lakukan di semua masjid kami di Turki,” kata Erbaş.

Wakil ketua kelompok CHP, Özgür Özel pada 11 Juni, kemarin mengatakan debat yang diluncurkan oleh AKP hanya bertujuan untuk “mengubah topik agenda” di Turki. “Para Politisi Islamis telah menganggap Hagia Sophia sebagai masalah pelecehan dan tonggak sejarah selama bertahun-tahun. Dari waktu ke waktu, tawar-menawar adalah subjek yang kadang-kadang digunakan dalam hubungan luar negeri,” katanya kepada para wartawan.

Sebuah organisasi non-pemerintah, Asosiasi Perlindungan Monumen Bersejarah dan Lingkungan mengajukan gugatan awalnya pada tahun 2016 karena mengubah situs warisan dunia UNESCO menjadi masjid. Asosiasi tersebut kembali memperbarui aplikasi pada tahun 2020 ini.

Turki telah mendapatkan banyak kecaman dari luar negeri terkait rencana negara tersebut untuk mengonversi kembali Musium Termegah tersebut menjadi Masjid, termasuk dari Yunani dan Amerika serikat. Namun Presiden Erdoğan tetap bergeming bahwa terkait perubahan status tersebut merupakan kebijakan nasional Pemerintah Republik Turki, tidak ada urusan dengan negara lain.

Tanggapan Presiden Erdoğan terhadap beberapa kritik negara luar terhadap urusan dalam negeri Pemerintah Turki usmani.

Sementara itu, Dewan Negara telah memeriksa permintaan untuk membatalkan keputusan kabinet tahun 1934 yang mengubah Hagia Sophia dari masjid menjadi museum. Pengadilan akan membuat keputusan tentang status Hagia Sophia pada 2 Juli mendatang tentang apakah situs tersebut dapat dikonversi menjadi masjid, atau tidak. kita lihat saja./HDN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here