Perangi Covid-19, İstanbul Kembali Sambut Rumah Sakit Kota Terbaru

0
34

Rumah Sakit Kota (Şehir Hastanesi) di distrik Göztepe yang diberi nama dengan RS Professor Dr. Süleyman Yalçın ini memiliki kapasitas lebih dari 250 ribu pasien.

BERITATURKI.COM, Istanbul| Kota terpadat di Turki Istanbul, kemarin kembali menyambut rumah sakit kota (Şehir Hastanesi) terbaru dengan kapasitas layanan yang besar. RS Kota ini diresmikan oleh Presiden Erdoğan dan jajaran Kemenkes Turki di distrik Kadiköy di sebelah Asia Istanbul.

Rumah Sakit ini diberi nama Professor Dr. Süleyman Yalçın, Göztepe City, RS ini menawarkan kapasitas tempat tidur lebih dari 750 kamar dalam ruangan seluas 177.000 meter persegi (1,9 juta kaki persegi). Dengan blok lain yang masih dalam pembangunan, kapasitas tempat tidur rumah sakit akan bertambah hingga 50 setelah selesai dibangun.

Rumah sakit kota -yang keempat di Istanbul- juga dilengkapi dengan 385 isolator seismik untuk memungkinkannya tetap beroperasi selama gempa bumi.

Penambahan Rumah Sakit Kota Göztepe ke jaringan perawatan kesehatan Turki yang luas merupakan -senjata terbesar negara itu dalam perang melawan pandemi virus korona- bertepatan dengan hari ketika pemulihan COVID-19 melampaui angka seperempat juta.

Menurut Kementerian Kesehatan, jumlah total pemulihan virus corona di Turki mencapai 250.092 pada Sabtu, dengan 984 pasien baru dinyatakan bebas virus.

Kementerian Kesehatan juga mengatakan jumlah kematian akibat virus telah mencapai 6.620 dengan 56 kematian baru, sementara 1.673 infeksi baru terdeteksi dalam 99.497 tes yang dilakukan pada hari sebelumnya.

Berbicara pada peresmian, Erdogan mengatakan keputusan untuk menamai rumah sakit tersebut setelah mendiang profesor Yalçın dibuat untuk menghormati kontribusinya terhadap pengembangan kedokteran di Turki.

Ucapan selamat dari Presiden Erdoğan yang disampaikan dalam akun twitter resmi-nya https://www.twitter.com/rterdogan

“Kami telah mencoba untuk menunjukkan rasa hormat kami kepada mendiang dokter kami, yang yang telah wafat empat tahun lalu, dengan memberikan nama rumah sakit ini dengan namanya,” kata Erdogan.

Presiden mengatakan rumah sakit itu adalah tambahan terbaru untuk jaringan perawatan kesehatan Turki yang luas yang membuat negara itu mengalami wabah virus korona terparah namun dengan kerugian minimal.

“Pentingnya investasi Turki dan gerakan di sektor perawatan kesehatan telah disorot selama wabah virus korona. Wabah itu juga menyoroti masalah parah di negara lain, yang sangat dihormati oleh beberapa negara kami,” kata Erdogan, merujuk pada beberapa negara Eropa, serta Amerika Serikat, yang rumah sakitnya dibanjiri selama puncak wabah.

Juga berbicara pada upacara tersebut, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan Turki telah melangkah ke era baru dalam perawatan kesehatan.

Menyebut pandemi virus corona masih menjadi topik pertama dalam agenda dunia, dia berterima kasih kepada petugas kesehatan atas upaya mereka yang berkelanjutan.

“Di saat-saat seperti ini, yang paling dibutuhkan adalah sistem perawatan kesehatan yang kuat, infrastruktur yang canggih, dan sekelompok petugas kesehatan yang rela berkorban dan menolak untuk menyerah. Sementara itu berubah dari satu wilayah ke wilayah lain, beban kerja di rumah sakit kami meningkat di rumah sakit kami. Tenaga kesehatan yang memikul beban ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujarnya.

Tweet yang disampaikan oleh Menkes Turki Fahrettin Koca berkaitan dengan perjuangan Pemerintah Turki dalam upaya melawan Pandemi.

Dalam kesempatan itu, Menteri juga mengingatkan warga bahwa virus masih berisiko.

“Kerumunan yang mengabaikan jarak sosial, setiap topeng yang tidak dikenakan, setiap tindakan pencegahan sebelumnya tidak hanya menyakiti satu orang tetapi juga lusinan orang,” kata Koca, menambahkan bahwa pelonggaran tindakan membuat upaya melawan wabah menjadi lebih sulit./DS & DBS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here