Perancis dan Turki Berlomba Tawarkan Kapal Selam untuk Indonesia

0
629

Indo Defence 2018 akan segera digelar pada tanggal 7 – 10 November 2018. Dilansir dari indomiliter.com, ajang pameran pertahanan dua tahunan tersebut akan memberikan kesempatan bagi para vendor alutsista dari dalam dan luar negeri untuk memamerkan kebolehannya. Gelaran itu juga biasanya diakhiri dengan aktivitas penawaran kepada Kementerian Pertahanan RI.

Program pengadaan kapal selam untuk TNI AL merupakan salah satu peluang terbesar dalam kesempatan kali ini. Melansir sumber yang sama, pada Desember 2017 disebutkan bahwa target kepemilikan armada kapal selam hingga 2024 yakni sebanyak 8 unit. Awalnya target pengadaan kapal selam ditargetkan sebanyak 12 kapal selam pada tahun 2024 sebagaimana ditetapkan dalam cetak biru Minimum Essential Force (MEF) III. Namun pihak Mabes TNI AL telah merevisi hal tersebut.

Saat ini Satsel (Satuan Kapal Selam) telah mengoperasikan 4 unit kapal selam, dan 1 unit Nagapasa Class yang akan segera diresemikan dalam waktu dekat. Dibutuhkan sebanyak 3 kapal selam untuk dapat memenuhi target sebagaimana kondisi diatas.

Dalam ajang Indo Defence 2018, Naval Group (d/h DCNS) dari Perancis  telah dipastikan akan ‘memamerkan’ keunggulan kapal selamnya, yaitu Scorpene Class. Juru bicara Naval Group menyebutkan, bahwa Indonesia menginginkan tipe kapal selam yang ideal beroperasi di laut lepas dan laut dangkal, indomiliter.com melaporkan.

Saat ini AL Malaysia telah mengoperasikan dua unit Scorpene Class. India sudah sudah resmi memesan 6 unit program Project 75I-class bersama Perancis. Keunggulan Project 75I Class yaitu jenis kapal selam diesel listrik yang dilengkapi dengan peluncur VLS (Vertical Launch System) untuk rudal jelajah Brahmos (aka – Yakhont). Selain itu Project 75I Class sudah menggunakan teknologi Air Independent Propulsion (AIP).

Selain Prancis, Turki juga tak mau kalah untuk menawarkan Savunma Teknolojileri Mühendislik ve Ticaret A.Ş (STM) dalam ajang Indo Defence 2018. Layaknya Prancis, Turki pun mengedepankan ToT (Transfer of Technology). STM dikabarkan telah melakukan penandatangan perjanjian dengan manufaktur pertahanan asal Jerman ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) untuk proyek kapal selam baru TNI AL.(Yn)

Sumber: indomiliter.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here