Penyerang Masjid Selandia Baru Pernah Kunjungi Turki pada Tahun 2016

0
86

BERITATURKI.COM, Ankara – Seorang pria Australia bersenjata yang menewaskan sedikitnya 50 Muslim dalam serangan teror Jumat di dua masjid di Selandia Baru tercatat pernah mengunjungi Turki dua kali pada tahun2016, kata seorang analis politik senior Turki yang dikutip dalam sebuah laporan TRT World.

“Teroris pelaku penembakan di Christchurch itu telah memasuki Turki pada tahun 2016. Saya percaya ia menghabiskan sekitar 43 hari di Turki. Saat ini polisi sedang berusaha mencari tahu apa yang ia lakukan di negara ini. Dari manifesto, kita dapat langsung mengambil kesimpulan bahwa ia mengincar Presiden Recep Tayyip. Tapi kemungkinan rencana pembunuhan terhadap Erdogan cukup besar, “kata Yusuf Erim.

“Penilaian awal kami adalah bahwa pelaku serangan teror keji di Christchurch beberapa kali melakukan perjalanan ke Turki dan menghabiskan periode waktu yang lama di negara itu,” kata Erim selama melangsungkan siaran pada Jumat (15/03/2019) di TRT World.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa tersangka teror berusia 28 tahun yang diidentifikasi atas nama Brenton Harrison Tarrant itu bisa saja mencari target selanjutnya di Turki.

“Kami juga tahu bahwa ia pergi ke banyak artefak dan situs Kristen awal di Turki,” kata Erim, seraya menambahkan bahwa dalam sebuah manifesto Tarrant diketahui telah mengabadikan momen secara online saat berada di Hagia Sophia.

Hagia Sophia merupakan masjid yang sebelumnya merupakan katedral patriarki Kristen Ortodoks Yunani sampai tahun 1453, ketika Kekaisaran Ottoman menaklukkan Istanbul. Saat ini landmark kota Istanbul itu dialih-fungsikan menjadi museum.

Erim mengatakan bahwa Tarrant mengunjungi Turki antara 17-20 Maret 2016, sebelum kudeta yang berhasil digagalkan pada tanggal 15 Juli, dan memasuki Turki lagi pada 13 September 2016. Tarrant diketahui meninggalkan negara Turki pada tanggal 25 Oktober 2016.

Serangan teror saat berlangsungnya sholat Jumat terjadi di masjid Al Noor dan masjid Linwood di Christchurch, Selandia Baru, pada hari Jumat, 15 Maret 2019. Tragedi keji itu sempat disiarkan langsung oleh pelaku media sosial.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here