Penyanyi Palestina Mengadaptasi Lagu Tema Ertugrul untuk Video Musiknya

0
39

Emir Daa’na menggunakan lagu latar serial TV Turki yang populer untuk lagunya yang didedikasikan untuk Yerusalem.

BERITATURKI.COM, Yerusalem (Palestina) – Seniman muda Palestina, Emir Daa’na, telah merekam video untuk lagunya “Ummetun La Tuhzem” (An Invincible Ummah) karena ia terinspirasi oleh musik tema dari serial TV Turki populer Ertugrul.

Video itu diambil di Masjid al-Aqsa dan lingkungan Silvan di Yerusalem timur yang diduduki. Lagu tersebut menekankan bahwa Yerusalem dan Palestina akan mendapatkan kebebasan mereka dan memuji Nabi Muslim Muhammad.

Serial Ertugrul menggambarkan perjuangan Ertugrul Gazi, ayah dari pemimpin pertama Kekaisaran Ottoman, Osman, dan menceritakan kisahnya sebelum berdirinya kekaisaran.

Video Daa’na telah menarik banyak perhatian dengan lebih dari 100.000 penayangan di platform media sosial dalam waktu kurang dari 24 jam.

Dia mengatakan kepada koresponden Anadolu Agency pada Senin (4/1/2021) bahwa dia adalah penggemar berat serial TV tersebut, dan menambahkan serial itu juga populer di Palestina.

Memperhatikan bahwa lagu tersebut telah diliput oleh orang-orang dari banyak budaya yang berbeda, dia mengatakan versinya berfokus pada perjuangan orang Palestina dan Yerusalem.

Penyanyi Palestina itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia yakin negara-negara Muslim tidak akan pernah dikalahkan.

“Pesan saya yang ingin saya sampaikan dengan klip ini sangat jelas. Judul melodi dan klipnya adalah Ummetun La Tuhzem [Umat Tak Terkalahkan]. Umat Nabi Muhammad tidak akan pernah terkalahkan […] Video ini menceritakan tentang kehormatan Islam dan ummah Nabi Muhammad. Semoga Allah membantu ummah ini di seluruh dunia. Semoga Allah membantu Palestina dan Masjid al-Aqsa [mencapai] keselamatan.”

Dia juga berkomentar tentang Kekaisaran Ottoman, yang memerintah Yerusalem selama 401 tahun.

“Saya pikir tidak ada yang bisa menyangkal apa yang ditawarkan oleh Negara Ottoman tidak hanya untuk Palestina, tetapi kepada dunia. Negara Ottoman memerintah dunia selama sekitar 600 tahun. Saya pikir itu memerintah dengan sangat baik, dan saya sangat menghormati Negara Ottoman. Sekarang kami sangat mencarinya, saya juga. Saya merasa seperti seorang Ottoman.” Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here