Peningkatan Tajam dalam Kasus Covid-19 di Ankara Sedang Diselidiki

0
58
Peta digital Covid-19 pada aplikasi Kementerian Kesehatan Turki, Hayat Eve Sigar, menunjukkan Ankara sedang menjadi zona merah tanda meningkatnya persebaran virus.

BERITATURKI.COM, Ankara – Sebuah studi telah diluncurkan untuk menyelidiki penyebab di balik peningkatan tajam kasus Covid-19 di Ankara setelah Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca memperingatkan bahwa kasus di ibu kota dua kali lipat jumlahnya di Istanbul. Populasi Ankara lebih dari 5 juta sedangkan hampir 16 juta orang tinggal di Istanbul.

“Sebuah penelitian sedang berlangsung untuk menentukan secara tepat apa yang menyebabkan peningkatan infeksi di kota ini,” kata Profesor Recep Öztürk dari Dewan Sains Kementerian Kesehatan Turki pada (06/09/2020), menambahkan bahwa pengumuman yang lebih rinci akan segera dibuat.

Öztürk menyatakan bahwa sikap berpuas diri warga tampaknya menjadi alasan di balik peningkatan munculnya jumlah kasus baru di Ankara.

Jika kebijakan berbasis provinsi gagal untuk mengekang penyebaran virus, maka kebijakan nasional dapat diambil, Öztürk menambahkan bahwa pemerintah akan membuat keputusan akhir tentang itu.

“Ada orang yang tinggal di Ankara, tapi kampung halamannya ada di provinsi lain seperti Çankırı dan Çorum. Orang-orang itu melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka untuk menghadiri acara-acara seperti pernikahan dan kepulangan rutin. Hampir 90 persen pekerja di ibukota bekerja di sektor publik. Jika mereka bersikap berpuas diri (dan tidak berhati-hati-red), mereka mungkin menularkan virus ke orang lain”, kata Profesor Levent Akın, yang juga anggota dari Dewan Sains.

Profesor Kemalettin Aydın, Wakil Rektor Universitas Ilmu Kesehatan, menyatakan bahwa Ankara telah melihat jumlah kasus virus terbesar di negara itu selama sepuluh hari terakhir. Dia juga tampaknya menganggap perjalanan antarkota yang menyebabkan tingginya lonjakan infeksi Covid-19 di ibu kota.

Penduduk ibukota melakukan perjalanan ke tujuan liburan atau kampung halaman mereka pada bulan Juni dan Juli. Mereka terinfeksi di sana dan kemudian menulari orang lain ketika mereka kembali ke Ankara”, kata Aydın.

Dengan kebijakan yang ketat, penyebaran virus di Ankara dapat dikendalikan dalam tiga hingga empat minggu ke depan, menurut Aydın, yang memberi peringatan bahwa Istanbul dan wilayah Marmara mungkin akan mengalami peningkatan infeksi yang lebih tajam daripada Ankara setelah Oktober.

Sumber : Hurriyet Daily

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here