Peninggalan Perkakas Tekstil Berusia 8.600 Tahun Ditemukan di Turki Barat

0
62

Penemuan ini menambah daftar warisan arkeologi Turki yang dikenal akan kekayaannya. Peninggalan ini di gadang-gadang merupakan warisan dari zaman neolitikum (zaman batu muda) atau disebut juga dengan periode pra-sejarah.

BERITATURKI.COM, Denizli| Para arkeolog di Turki barat telah menemukan peralatan tekstil yang hampir dua kali lebih tua dari Piramida Agung Mesir. Jarum tulang dan batu bundar yang digunakan untuk memintal benang yang berusia sekitar 8.600 tahun ditemukan di situs penggalian di Ekşi Höyük, salah satu permukiman tertua di Anatolia barat, yang terletak di provinsi Denizli saat ini.

Ketua tim penggalian Fulya Dedeoğlu dari Ege Üniversitesi kepada Daily Sabah mengatakan bahwa “Selama penggalian yang dilakukan di pemukiman era Neolitikum ini, kami menemukan beberapa alat pertama yang digunakan untuk tekstil dalam sejarah,” ujar Fulya kepada awak media di sela-sela proses penggalian yang melibatkan masyarakat setempat.

Situs penggalian di Ekşi Höyük, salah satu pemukiman tertua di Anatolia barat, yang terletak di provinsi Denizli saat ini, Turki barat. (Foto AA)

Ia melanjutkan terkait dengan penggalian bahwa “Peninggalan arsitektur di sini dalam kondisi sangat baik. Anda dapat melihat semua material khas zaman itu bisa kita saksikan di sini.”

Dia menambahkan: “Salah satu hal paling mencolok yang kami temukan adalah tulang jarum, yang menurut kami berasal dari lebih 8.600 tahun yang lalu, dan mengukir batu bundar untuk benang pemintal.” Dia menekankan bahwa Denizli dikenal dengan sejarahnya dalam tekstil dan banyak jarum tulang yang digunakan dalam tekstil ditemukan di lokasi penggalian.”

tulang jarum, yang menurut para ahli berusia lebih dari 8.600 tahun yang lalu, dan alat pengukir batu bundar untuk benang pemintal. (Doc: DS)

Penemuan di sini membuktikan bahwa tradisi tekstil di Denizli sudah ada sejak jaman dulu. Kami telah menemukannya di sebuah bangunan yang kami pikir dibangun pada 6400 SM,” tambah Dedeoğlu. Bersama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki, akademisi dari universitas di seluruh negeri membantu penggalian, yang dimulai pada 2015 lalu itu./DS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here