Pengrajin Kayu Suriah Memperluas Bisnis di Turki

0
17

Selahaddin Cilo telah mendesain ornamen kayu selama 35 tahun.

BERITATURKI.COM, Kilis (Turki) – Seorang pengrajin yang bermigrasi ke Turki sembilan tahun lalu karena perang saudara di Suriah telah berhasil mempertahankan seni dan kehidupannya di provinsi tenggara Kilis.

Selahaddin Cilo, 50, telah membuat desain selama 35 tahun, membentuk kayu di bengkel kecilnya sejak usia dini.

Ia mengajarkan kerajinannya kepada dua dari enam anaknya, menunjukkan kepada mereka bagaimana ia membuat karya buatan tangan yang dihiasi dengan motif Islami sebagai upaya untuk mewariskan keahliannya kepada generasi berikutnya.

Cilo memberi tahu Anadolu Agency bahwa kecintaannya pada seni dimulai sejak dini dan dia senang mempertahankan karyanya di Turki.

“Saya membuat kerajinan tangan, mengerjakan kayu. Saya melanjutkan warisan budaya Islam. Saya punya karya yang saya buat dari kayu dan kulit,” katanya.

Dia mencatat bahwa dia belajar seni sendirian di masa kecilnya dan mengatakan dia telah membuat kemajuan yang lebih besar dari belajar dari budaya yang berbeda sejak pindah ke Kilis.

“Saya mengejar karir sebagai pengrajin di Yordania, Brasil, dan Irak. Saya meningkatkan pekerjaan saya karena saya memperoleh sesuatu dari budaya Turki dan negara lain, dan meningkatkan diri saya sendiri,” katanya.

Cilo mengatakan dia lebih suka mengerjakan kayu pohon zaitun meskipun dia membuat kerajinan dari segala jenis kayu. “Saya belajar lebih banyak selama di Turki. Saya mengadakan pameran di sini. Saya bisa meningkatkan diri saya ke arah ini. Seni saya memiliki masa depan di Turki.”

Ia menggarisbawahi bahwa karya seninya membutuhkan ketekunan. “Semua pekerjaan saya berbeda. Misalnya, kapal yang saya bangun itu butuh waktu lima bulan. Ada pekerjaan yang memakan waktu satu setengah bulan, semuanya butuh waktu,” ujarnya. “Saya mencoba menampilkan seni Islami melalui kerajinan saya. Saya menyukai profesi ini dan saya mendidik anak-anak saya. Saya mengembangkan bisnis saya setelah saya datang ke Turki, dan itu juga memiliki keuntungan ekonomi,” tambahnya.

Cilo mengaku menikmati profesinya, “Ada kalanya saya menyesal menjual karya yang saya buat.”

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here