Penggunaan Kantong Plastik di Turki Menurun 75 Persen

0
56

BERITATURKI.COM, Turki – Semenjak diterapkannya kantong plastik berbayar, konsumsi kantong plastik di 5 pasar rantai besar Turki menurun 75 persen selama dua bulan pertama di tahun ini. Dalam pembukaan acara “Workshop Zero Waste Lingkungan dan Zona Pesisir” yang diselenggarakan oleh Ruang Pelayaran Turki di kota Dalaman, Turki dihadiri oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Urbanisasi Turki Dr. Mehmet Emin Birpınar, Departemen Lingkungan Hidup dan Urbanisasi Istanbul dan Marmara, Aegean, Mediterania, dan Wilayah Laut Hitam.

Birpınar mengatakan pentingnya melindungi dan menjaga kelestarian laut. Akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di laut pada tahun 2050, dan plastik itu akan menjadi penyebab semua jenis penyakit. Birpınar menunjukkan bahwa mereka telah mulai melakukan upaya yang sangat penting dalam penggunaan kantong plastik di Turki. “Menurut statistik resmi, 5 pasar rantai besar telah mengonsumsi 600 juta kantong plastik pada Januari dan Februari tahun lalu, dan tahun ini setelah diberlakukannya kantong plastik berbayar, pada periode yang sama (Januari dan Februari), penggunaan kantong di 5 pasar rantai menurun menjadi 150 juta. Berarti ada 75 persen keberhasilan. Untuk itu, kami berterima kasih kepada warga kami. Proyek Zero Waste tumbuh seperti longsoran salju dan menyebar ke seluruh dunia,” katanya.

Kini warga mulai menggunakan tas kain atau tottebag menggantikan kantong plastik sekali pakai. Birpınar mengatakan, “Awalnya, mungkin mereka sedikit marah pada kita, tapi jangan lupa bahwa ada banyak kantong plastik di alam. Ketika Anda pergi ke Wilayah Anatolia Tengah hari ini, semua ladang gandum dipenuhi dengan plastik. Ketika (gandum) dipanen, potongan plastik masuk ke dalam gandum. Lalu masuk ke dalam tepung, ke dalam roti dan roti itu kita makan. Demikian pula plastik-plastik yang masuk ke ladang kapas, ketika kapas ini dipanen, plastik masuk ke dalam benang dan kain. Sehingga ketika proses pewarnaan, cat tidak bisa menyerap pada kain. Sayangnya, kain itu harus dibuat kembali. Kita tahu bahwa hal ini memberikan kerugian yang besar pada kesehatan dan perekonomian.” Birpınar menyatakan, ia ingin warga menerapkan Proyek Zero Waste tidak hanya untuk sampah, tetapi di semua wilayah termasuk laut.

Birpınar mengungkapkan bahwa mereka berupaya melindungi lautan dan menjadikannya lebih layak huni untuk generasi mendatang. “Kita melihat lautan kita berwarna biru. Jadi kita perlu melindunginya. 80 persen polusi yang datang ke laut berasal dari daratan. Saat ini dalam dunia kelautan, laut Benua Eropa dipenuhi dengan plastik yang selanjutnya terbawa oleh gelombang dan hancur menjadi mikro plastik lalu dimakan oleh ikan. Melalui ikan yang kita konsumsi ini, plastik pun ikut kita konsumsi. Karena itu, kita jangan lupa bahwa setiap sampah yang kita buang ke jalan akan menuju ke laut, akan dimakan oleh ikan dan mencemari laut, yang selanjutnya ikan tersebut akan kita konsumsi.”

Selain proyek Zero Waste, Birpınar juga menjelaskan, melalui program daur ulang dengan memilah-milah sampah dan menggunakannya kembali dapat menambah pemasukan bagi ekonomi negara. “Jika sistem ini terus dilaksanakan, Turki tidak akan lagi dipenuhi dengan sampah, tidak akan ada lagi truk sampah yang menuju tempat pembuangan akhir. Kertas, plastik, dan kaca yang didaur ulang dapat menambah pemasukan untuk ekonomi Turki sekitar 40-50 miliar per tahunnya,” katanya. (Lin)

Sumber: AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here