Pengamat Keamanan Internasional: “Angka Kasus Positif Corona dan Fatality Yang Dimuat Media Belum Menggambarkan Situasi Sebenarnya dari Kasus Covid-19 di Indonesia”.

0
147
Adhe Nuansa Wibisono (ANW)

BERITATURKI.COM, Ankara (21/04)- Hal ini merupakan kutipan yang disampaikan Adhe Nuansa, Pengamat Keamanan Internasional yang juga sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Perwakilan Daerah Istimewa (PDI KAMMI Turki), dalam diskusi bertajuk “Proyeksi Geopolitik Global Pasca Covid-19” dimana ia menyampaikan kekhawatirannya mengenai Hidden Case dari penderita Covid-19 di Indonesia. Ia menyampaikan, merujuk pada data di Worldometer, Indonesia baru saja melakukan tes Corona sebanyak 50,370 yang artinya hanya sekitar 184 orang dari 1 juta populasi yang dijangkau oleh tes kesehatan tersebut. Jika dibandingkan dengan Turki yang telah melakukan 713,409 tes (8, 459 orang/1 juta populasi) dan Korea Selatan 571,014 tes (11,138 orang/1 juta populasi).

“Artinya rendahnya kasus positif dan kematian akibat Corona di Indonesia disebabkan karena data yang belum utuh. Ini jadi alarm bahaya bagi proyeksi kasus ini kedepannya”.

Ujar wibi, dalam diskusi tersebut.

Kalau kita melihat data update dari Web Worldometer hari ini sudah lebih 2,5 juta jiwa dari seluruh populasi penduduk dunia terinfeksi oleh virus yang keluar dari Wuhan akhir desember lalu tersebut telah menyebabkan 175 ribu lebih manusia meninggal dunia.

Wibi melanjutkan, “Jika kita bandingkan dengan beberapa negara yang jumlah populasinya di atas 100 juta orang Indonesia termasuk yang sangat rentan. Mengapa? karena sesungguhnya banyak ODP yang seharusnya masuk sebagai PDP tidak terpantau akibat kekurangan alat test massal sebagaimana yang telah dilakukan oleh beberapa negara lain. Amerika misalnya, mereka telah melakukan 4 juta tes sampai dengan hari ini. India sudah mencapai 400.000 tes, Rusia 2 juta tes, Jerman dan Italy masing-masing 1,5 juta sd. 2 juta tes. Maka oleh karenanya “Kita berharap ini menjadi perhatian bersama dari Pemerintah pusat dan juga Daerah bahwa bisa jadi sewaktu-waktu kasusnya akan meledak”, Ujarnya.

“Kita mendesak pemerintah pusat bisa melakukan kordinasi yang komprehensif untuk menanggulangi dampak Corona. Rapid massal test harus digenjot secara masif di berbagai wilayah Indonesia agar jumlah kasus Covid-19 ini bisa terungkap lebih riil”. Demikian Wibisono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here