Pengabdian Mentari dari Turki di Syurga Ujung Barat Indonesia, Desa Meulingge

0
171

BERITATURKI.COM, Jakarta – Pesona tanah air memang tak diragukan lagi. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah setempat untuk membangun potensi wisata yang tersebar di seluruh Indonesia. Tak terkecuali inisiasi yang bangkit atas kesadaran pribadi dari masyarakatnya sendiri.

Seperti yang dilakukan sekelompok pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di tanah Sultan Muhammad Al Fatih, Turki. Kelvin dan Rusydi, perwakilan pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki sekaligus tergabung dalam tim Mentari dari Turki, pada hari Jumat, 2 Agustus 2019, melakukan rapat bersama lembaga kemanusiaan Aksi Insan Nusantara (AIN).

Ki-Ka: Rusydi (Pengurus PPI Turki), Ricky (Direktur Eksekutif AIN), Kelvin (Pengurus PPI Turki), dan Pajri (Coord. Volunteer AIN)

Rapat kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu berjalannya program Desa Wisata Meulingge yang digagas oleh Mentari dari Turki.

“Hari ini (02/08/2019) kami baru saja membahas projek terkait program jangka panjang pembangunan desa Meulingge. Adapun AIN selaku NGO di Indonesia sedang melakukan penjajakan untuk kerjasama sanitasi sumur, pembangunan masjid dan sarana pendidikan. Harapannya banyak hal yang bisa diberdayakan,” ujar Ricki Abdurrahman Hafidz selaku Direktur Eksekutif AIN.

“Hal ini sedang dalam upaya untuk segera di MoU-kan,” tambahnya

Pada bagiannya, Rusydi mengungkapkan perjalanan desa Meulingge hingga akhirnya terpilih menjadi desa binaan oleh tim Mentari dari Turki.

“Secara keseluruhan, kami mengikuti prosedur.  Mentari dari Turki sendiri memiliki salah satu program, yaitu Sayembara Desa. Sayembara Desa merupakan program yang memungkinkan bagi sebuah desa untuk mendaftar dalam program pembangunan desa yang diselenggarakan oleh
Mentari dari Turki,” kata Rusydi.

“Sebelumnya kami melakukan seleksi terhadap empat desa, yaitu salah satu desa di Bali, desa di Ternate, desa di Jepara, dan terakhir desa Meulingge,” tambahnya.

Usai melakukan musyawarah dengan seluruh pengurus PPI Turki untuk memilih desa binaan, akhirnya terpilihlah desa Meulingge.

“Kami mencari hal apa yang bisa kami kembangkan, oh ternyata potensi wisatanya,” tutur Rusydi yang kini menduduki tahun pertama di Sakarya University, Turki.

Darliz Aziz (Ketua PPI Turki) berfoto di ikon desa Meulingge, Mercusuar William Toren III yang hanya terdapat 3 di seluruh dunia.

Diketuai oleh Darliz Aziz, putra daerah asal Aceh ini justru pada awalnya tidak
menyarankan desa Meulingge sebagai desa binaan Mentari Turki.

“Awalnya ketua kami memutuskan untuk memilih salah satu desa yang berada di Pulau Weh untuk program pengabdian ini. Setelah berdiskusi dengan teman-teman yang ada di Aceh, malah yang diajukan desa Maulingge,” ujar Rusydi.

Proses terpilihnya desa Meulingge yang berlokasi di kota Banda Aceh ini
berawal dari inisiatif ketua pemuda desa Maulingge, Dzakir. Ia menanyakan dan mempersiapkan persyaratan yang diperlukan untuk mengikuti Sayembara Desa kepada pengurus PPI Turki hingga akhirnya masuklah desa Meulingge ini menjadi salah satu tujuan desa binaan.

Ditemui tim beritaturki.com, Kelvin yang juga termasuk kedalam tim Mentari dari Turki menjelaskan bahwa berdasarkan survei, masjid, rumah warga, sanitasi, dan telekomunikasi di desa Meulingge masih dalam keadaan minim.

“Untuk mendapatkan sinyal di desa Meulingge, kita harus pindah ke desa lain,” kata Kelvin, mahasiswa jurusan Teknik Pangan, Sakarya University, Turki.

“Kami juga merencanakan program jangka panjang, seperti pembangunan SUTET [Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi] dan pengembangan Puskesmas. Karena bangunan Puskesmas di desa Meulingge hanya
berukuran 5×6 meter. Fasilitas disana [desa Meulingge] sangat buruk, kita ingin membantu memperbaikinya,” tambah Kelvin yang merupakan warga Bekasi.

Selain membentuk panitia, upaya lain yang dilakukan tim Mentari dari Turki hingga saat ini diantaranya melakukan survey langsung ke lokasi desa Meulingge, mengobservasi potensi desa, dan mengembangkan aspek-aspek desa yang perlu dikembangkan.

“Kami membuka donasi untuk pembangunan desa wisata Meulingge melalui kitabisa.com. Harapannya 100 juta rupiah bisa terkumpul untuk pembangunan disana,” kata Rusydi.

Tunggu apalagi? Yuk bantu saudara kita di desa Meulingge! Klik disini untuk berdonasi! Bagi donatur yang beruntung, kamu berkesempatan untuk diundang langsung ke Desa Meulingge. Yuk, ajak teman-temanmu juga!(Yn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here