Penduduk Istanbul akan Didenda 900 Lira Turki Jika Kedapatan Tidak Memakai Masker.

0
46

Denda ini merupakan kesepakatan bersama dewan kesehatan setelah ada distrik-distrik yang menarik denda yang lebih besar.

BERITATURKI.COM, Istanbul | Orang-orang di Istanbul akan didenda 900 Lira Turki (sekitar $130) jika mereka kedapatan tidak mengenakan masker di jalanan, setelah aturan penggunaan masker diwajibkan di kota metropolitan awal pekan ini karena jumlah kasus virus korona yang dikonfirmasi di seluruh negara meningkat belakangan ini.

Orang-orang di Istanbul akan didenda 900 Lira Turki karena tidak memakai topeng

Istanbul, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di negara itu, pada tanggal 17 Juni mewajibkan bagi penduduknya untuk mengenakan masker di tempat-tempat umum.

Setelah keputusan itu, dewan kesehatan setempat mengumumkan pada 19 Juni bahwa bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker akan didenda sebesar 900 lira. Sebelumnya, gubernur distrik dapat mengenakan denda hingga 3.150 lira, tetapi hukumannya akan berbeda dari satu distrik ke distrik lainnya.

Oleh karena itu dewan kesehatan setempat telah memutuskan untuk menetapkan denda rata-rata 900 lira untuk semua distrik di Istanbul.

Aparat penegak hukum telah menghantam jalan-jalan di kota, serta ibu kota Ankara dan provinsi lain untuk memastikan bahwa orang-orang mematuhi aturan masker wajah.

Masker wajah sekarang wajib di 48 dari 81 provinsi Turki.

Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan pada 17 Juni bahwa jumlah kasus yang dikonfirmasi setiap hari di Istanbul rata-rata 653 selama sebulan terakhir. Namun, ia mencatat, dalam tiga hari terakhir ini naik menjadi sekitar 700 orang pada 17 Juni lalu.

Namun, ia menambahkan bahwa fluks baru-baru ini dalam kasus COVID-19 di seluruh negeri berada dalam kisaran yang diharapkan.

Koca mencatat bahwa ketika Turki melonggarkan pembatasan terkait virus, publik harus terus mematuhi langkah-langkah seperti mengenakan topeng dan menjaga jarak sosial untuk memastikan virus tidak menyala.

Hasil awal dari pekerjaan skrining menunjukkan bahwa 1,5 persen dari populasi adalah antibodi positif, yang berarti bahwa mereka sudah memiliki dan pulih dari penyakit, kata Profesor İsmail Balik di departemen penyakit menular Universitas Ankara.

“Ada 250.000 orang di antara kita yang bisa menyebarkan virus dan kebanyakan dari kita tidak kebal terhadap penyakit,” katanya kepada surat kabar Hürriyet.HDN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here