Pemuda Turki Tampil dalam Kontes Bahasa Cina

0
9

BERITATURKI.COM, Tuğçe Kiliç – Siswa sekolah menengah di Turki menguji wawasan mereka tentang Cina dalam kompetisi yang diselenggarakan dalam upaya membangun integrasi budaya antara Turki dan Cina. Pemenang kompetisi tersebut berkesempatan untuk mengunjungi Cina.

Tiga belas kontestan dari Ayrancı Anatolian High School, Ankara Atatürk High School dan Kavaklıdere Secondary School berkumpul pada hari Rabu, 1 Mei 2019, dalam Kompetisi Hanyu Qiao Cina pertama yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Wakil Menteri Kebudayaan, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok, dan Kementerian Kebudayaan.

Berbicara tentang kompetisi tersebut, Penasihat Budaya untuk Kedutaan Besar Shi Ruilin menekankan bahwa kompetisi ini diadakan untuk pertama kalinya bagi siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Memperhatikan bahwa pemenang kompetisi akan dikirim ke Cina sebagai perwakilan Turki untuk semi-final Kompetisi Hanyu Qiao internasional, Ruilin menggarisbawahi bahwa kompetisi itu akan berkontribusi pada upaya untuk memperkuat hubungan bilateral budaya antara Cina dan Turki. Ruilin  juga menyelesaikan pidatonya dengan sebuah puisi karya Bard dan filsuf berpengaruh Yunus Emre yang hidup di abad ke-13.

Para kontestan mengenakan pakaian tradisional Cina dan seragam sekolah yang kemudian secara singkat memperkenalkan diri dalam bahasa Cina di bagian pertama kompetisi. Mereka menunjukkan kemahiran berbahasa Cina dengan menyanyikan lagu-lagu, menceritakan lelucon dan cerita.

Di bagian kedua kompetisi, para kontestan memamerkan bakat mereka, mulai dari tarian tradisional, tarian bulan, tarian bayangan dan memainkan musik Cina dengan band yang dibentuk oleh para siswa. Usai istirahat sejenak, pemenang pun diumumkan. Ialah Merve Şakaoğlu yang berhasil berada di urutan pertama, Elif İlayda Canbolat di posisi kedua dan Zeynep Eda Songül di posisi ketiga. Kompetisi ini diikuti oleh festival budaya Cina-Turki di mana pembacaan puisi dan tarian tradisional dari kedua negara ditampilkan.

Acara, yang melibatkan negara-negara yang secara geografis jauh tetapi memiliki kedekatan budaya, ini bukan pertama kalinya diselenggarakan dalam rangka pertukaran budaya. Selain program pascasarjana/master bahasa Mandarin, kompetisi, dan festival serupa di universitas, banyak juga sekolah menengah yang menawarkan kursus bahasa Cina intensif sebagai bahasa asing pertama mereka. Kedutaan juga menawarkan beasiswa kepada siswa Turki yang tertarik dengan Cina, salah satu contohnya adalah Buse Türkyılmaz, yang telah menunjukkan kemahiran berbahasa Mandarin di sekolahnya dan dianugerahi beasiswa untuk belajar hubungan internasional di universitas Cina pada tahun akademik 2019-2020.

Di Cina, jumlah universitas yang menawarkan kursus bahasa Turki juga meningkat dari hari ke hari. Saat ini, ada delapan universitas yang menawarkan program bahasa Turki, termasuk Departemen Studi Turki di Universitas Peking. Selain itu, ada peningkatan permintaan untuk program bahasa Turki di universitas, terutama setelah pengenalan Belt and Road Initiative (BRI). Maka dari itu, Yunus Emre Institute (YEE) melakukan kegiatan untuk menjangkau warga Tiongkok dengan mempromosikan budaya dan bahasa Turki.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here