Pemerintah Diam Terhadap Serangan Anti-Muslim, Pemuda Turki di Eropa Lakukan Inisiatif Turun ke Jalan

0
65

BERITATURKI.COM, Istanbul – Sekelompok pemuda Turki turun ke jalan membagikan bunga mawar kepada orang yang lewat secara serantak di 10 negara Eropa pada hari Sabtu, 13 April 2019.  Di Belgia, lebih dari 50 warga Belgia keturunan Turki melakukan upaya inisiatif dengan mendirikan tenda-tenda informasi di enam kota.

Kalimat “Halo, saya seorang Muslim”, atau “Bonjour, je suis musulman” dalam bahasa Prancis terpampang dalam aksi tersebut dalam rangka membuat orang memikirkan kembali pendapat mereka sebelumnya tentang Muslim.  Para pejalan kaki juga diberi selebaran dengan informasi dasar tentang Islam. Peserta aksi juga menawarkan pelukan persahabatan untuk memunculkan suasana positif.

Inisiatif ini pertama kali mulai dilakukan enam tahun lalu dan saat ini telah berkembang di wilayah Jerman, Belanda, Austria, Belgia, Prancis, Denmark, Norwegia, Swedia, Italia, dan Swiss. Pemuda Turki di Australia dan Kanada juga berpartisipasi untuk pertama kalinya. Panitia mengatakan lebih dari 210.000 orang membagikan mawar dan selebaran informatif di 12 negara.

Sementara itu, Muslim Belgia asal Maroko memulai kampanye donor darah di Liège dengan tema “Untuk kebaikan dan persahabatan”. Acara tersebut, di mana sekitar 400 orang mendonorkan darah, diselenggarakan atas kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Islam, Serikat Mahasiswa Universitas Liège dan Palang Merah Belgia. Program tahunan ini digelar di tiga bagian kota yang berbeda.

Di bagian lain benua Eropa, banyak serangan anti-Muslim terjadi, namun pemerintah setempat mengabaikan isu yang berkembang di masyarakat. Dalam salah satu laporan perkembangan terakhir, pemerintah Inggris memecat penasihat istana, Roger Scruton, setelah ia muncul untuk mengulangi pernyataan bahwa ia menyangkal sentimen anti-Muslim. Dalam sebuah wawancara dengan New Statesman, Scruton memuliakan Perdana Menteri sayap kanan Hongaria Victor Orban dan kebijakan imigrasinya.

“Hongaria sangat terkejut dengan invasi mendadak kelompok-kelompok besar Muslim,” ungkap Scruton.

Ia juga menggambarkan orang Yahudi di Budapest sebagai bagian dari kekaisaran Soros. Sebelumnya, Dewan Muslim Inggris mengatakan bahwa saat Partai Konservatif menghadapi krisis terbaru terkait Islamofobia, ia tidak dapat memberikan janji-janji palsu untuk menangani masalah tersebut dengan serius sambil mempertahankan orang-orang seperti Scruton sebagai penasihat pemerintah.

Menyusul pemecatan itu, seorang juru bicara dewan mengatakan bahwa kenyataan yang terjadi ialaha bahwa kekhawatiran ini akan terus berulang sampai kepercayaan dibangun kembali melalui penyelidikan independen terhadap Islamofobia di dalam partai.

Bulan lalu, sebanyak 14 anggota Partai Konservatif ditangguhkan usai membuat komentar anti-Muslim yang diskriminatif secara online. Tokoh dan organisasi senior telah menulis surat kepada Theresa May menuntut penyelidikan penuh dan untuk mengatasi masalah kecenderungan anti-Muslim di dalam partai.

Partai Buruh telah secara resmi mengadopsi definisi sentimen anti-Muslim, dengan alasan bahwa itu sangat penting dalam mengatasi munculnya rasisme sayap kanan. Seorang juru bicara partai mengatakan kepada media pada bulan Maret bahwa komite eksekutif nasionalnya telah mengadopsi definisi kerja yang dihasilkan oleh semua kelompok parlementer partai tentang Muslim Inggris untuk membantu mengatasi Islamofobia, membangun pemahaman bersama tentang penyebab dan konsekuensinya, serta mengekspresikan solidaritas dengan komunitas Muslim .(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here