Pemberontak Kurdistan ledakan bom, seorang ibu dan bayinya menjadi korban tewas

0
79
Turkish President Recep Tayyip Erdogan, right, and soldier Serkan Karakaya, husband of Nurcan Karakaya, 24, carry her coffin after funeral prayers in Sivas, Turkey, Wednesday, Aug. 1, 2018. A roadside bomb attack, blamed on Kurdish rebels, killed a young mother and her infant son in Yuksekova _ near the borders with Iran and Iraq, sparking a public outcry. (Presidential Press Service via AP, Pool)

Nurcan Karakaya, muslimah berusia dua puluh lima tahun, dan bayinya yang berumur 10 bulan, Bedirhan Mustafa, dibunuh oleh kelompok teror Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di distrik Yüksekova di provinsi Hakkari di Turki tenggara, Selasa.

Jenis bom IED (Improvised Explosive Devices) diledakkan oleh para teroris di jalan yang dilalui oleh kedua korban. Ibu dan bayinya tersebut dalam perjalanan pulang usai mengunjungi Serkan Karakaya yang merupakan suami yang juga merupakan ayah bayi tersebut.

Karakaya menuntut keadilan untuk anggota keluarganya yang terbunuh dan mengatakan bahwa eksekusi hanya menjadi hukuman ringan untuk kejahatan keji yang telah dilakukan. Serkan Karakaya adalah seorang perwira militer Angkatan Bersenjata Turki yang ditempatkan di Hakkari. Presiden Recep Tayyip Erdoğan menyampaikan belasungkawa kepada Karakaya dan juga menghadiri upacara pemakaman yang diadakan di Kayseri.

Di pemakaman, Karakaya menjelaskan bahwa eksekusi akan terlalu “ringan dan sederhana.”

“Mereka yang melakukan pembunuhan ini tidak pantas menerima hukuman ringan ini. Eksekusi dapat dilakukan dalam waktu kurang dari dua menit dan kemudian berakhir,” katanya.

PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Uni Eropa dan Amerika Serikat. PKK telah melakukan kekerasan bersenjata di bagian tenggara Turki sejak 1984. Lebih dari 40.000 orang, sebagian besar warga sipil, tewas dalam konflik selama tiga dekade. (Yn)

Sumber: Yeni Safak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here