Peluncuran Buku “Austro-Hungaria di Istanbul”

0
61

Wina. Yunus Emre Institute (YEE) di Wina dan Akademi Diplomatik Wina baru-baru ini meluncurkan proyek gabungan berjudul “Austria-Hungary in Istanbul (Austria-Hongaria di Istanbul)”. Diluncurkan dengan mengacu pada referensi buku berjudul “Istanbul’s European Capital of Culture (2010)”, proyek buku ini ditulis oleh Dr. Rudolf Agstner dan Dr. Elmar Samsinger.

Terdiri dari lima jilid buku “Austria-Hongaria di Istanbul” ini disajikan kepada tamu-tamu terhormat di Yunus Emre Institute, Wina. Berbicara di acara tersebut, kepala lembaga Ayşe Yorulmaz mengatakan bahwa kelima jilid buku itu adalah sebuah kecintaan untuk mendukung proyek tersebut.

“Dukungan terhadap proyek yang belum selesai dengan tambahan bagian baru yang akan ditambahkan pada tahun 2019 mendatang itu akan secara positif mempengaruhi hubungan Turki-Austria,” tutur Yorulmaz.

Ia menambahkan bahwa masih dalam lingkup proyek tersebut, ruang pameran di Yunus Emre Institute akan dijadikan tempat penyelenggaraan sebuah pameran berjudul ‘Kaisar Karl dan Permaisuri Zita di Istanbul’ pada bulan November ini.

Hubungan multilateral antara Ottoman dan Habsburg

Dr. Elmar Samsinger juga berbagi beberapa pengalaman menarik yang mereka miliki saat bekerja untuk proyek tersebut.

Samsinger mengatakan bahwa berkat hubungan multilateral antara Kekaisaran Ottoman dan Dinasti Habsburg, sebagian besar negarawan, seniman, tutor dan pengusaha dari Kekaisaran Austria-Hongaria sering mengunjungi Istanbul pada abad ke-19 dan ke-20.

Ia menyatakan bahwa sebagian besar hubungan antara dua kerajaan saling berkaitan dalam bidang pemenuhan obat-obatan.

“Rumah Sakit Saint Jorj di Istanbul adalah salah satu bentuk dari kerja sama itu,” tutur Samsinger.

Penulis “Austria-Hongaria di Istanbul” juga mengatakan bahwa selama Perang Dunia I, hubungan antara dua kerajaan mencapai puncaknya karena aliansi antara kedua belah pihak. Ia juga menunjukkan pentingnya kunjungan Kaisar Austria dan istrinya ke Istanbul.(Yn)

Sumber: Daily Sabah