Peluang Besar Ditawarkan Turki Bagi Mahasiswa Asing Pemburu Beasiswa

0
239

BERITATURKI.COM, Ankara – Turki menawarkan kesempatan luar biasa dan telah menjadi salah satu tujuan utama bagi siswa internasional untuk menimba ilmu. Pemerintah Turki telah mengumumkan visi untuk menarik sekitar 500.000 siswa asing melalui tawaran beasiswa.

Menurut Dewan Pendidikan Tinggi Turki, sekitar 115.000 siswa asing saat ini belajar di universitas-universitas Turki, dimana hal tersebut berhasil menempatkan Turki di antara 10 negara yang menjadi tuan rumah terbaik bagi pelajar internasional. Di bawah program Türkiye Bursları (Beasiswa Turki), sekitar 5.000 siswa dari seluruh dunia diterima setiap tahunnya untuk melanjutkan studi program sarjana, master dan doktordi universitas-universitas Turki dengan dana beasiswa penuh. Selain beasiswa dan pendidikan kelas dunia, siswa juga memilih Turki dengan alasan kehidupan sosialnya yang dinamis, masyarakat multikultural dan latar belakang sejarah yang kaya.

Mengutip Daily Sabah, Faiz Bin Ali, seorang lulusan Malaysia dari Istanbul Commerce University, mengatakan bahwa ia memilih untuk belajar di Turki karena negara tersebut merupakan pusat perdagangan dan memiliki budaya yang menakjubkan. Ali, yang merupakan direktur sebuah perusahaan perdagangan dan konsultasi, menyelesaikan gelar masternya dalam perdagangan internasional pada tahun 2016. Ia aktif dengan organisasi non-pemerintah, seminar, pertemuan, dan pelatihan perusahaan.

“Turki adalah tujuan impian saya karena signifikansi sosiokultural, historis dan politiknya,” kata Noushad MK, asisten profesor untuk departemen Turki di Jamia Millia Islamia University, New Delhi.

Noushad menyelesaikan studinya di Universitas Istanbul pada tahun2012 dan kembali ke India setelah menyelesaikan pendidikan dan impian pribadinya.

“Kekayaan budaya dan sejarah negara Turki membuat saya kagum untuk menjadikan Turki rumah kedua saya,” katanya.

“Turki memiliki keunikan dalam kekayaan budaya dan sejarahnya. Persepsi orang awam terhadap orang luar, terutama orang India, juga merupakan alasan signifikan bagi pemilihan saya terhadap Turki. Orang Turki pada umumnya tidak rasis. Mereka tidak memperlakukan orang India sebagai orang dari negara asing,” tambahnya.

Sebagai warga negara India, negara bagi lebih dari 1,3 miliar penduduk, kehidupan di Istanbul lebih mudah bagi Noushad dibandingkan dengan negaranya sendiri.

“Hidup disini dituntut serba cepat dan mahal dibandingkan dengan India. Istanbul terlalu ramai menurut penduduk setempat, tetapi saya merasa tidak mempermasalahkannya dibandingkan dengan Delhi, tempat saya berasal. Orang-orang dan sikap mereka membuat saya merasa mudah menjalani hidup di Turki sehingga saya mungkin tidak memikirkan negara lain sebagai tempat tujuan lainnya,” ungkap  Noushad.

Selama menjalani kehidupannya, Noushad yang merupakan seorang Muslim dari bagian utara India, mengalami kebebasan beragama dan mendapatkan jaminan keamanan yang penuh di Turki.

“Belajar di Turki memperluas visi dan ruang lingkup saya di negara asal. Saya menyadari hal ini begitu saya kembali dari Turki. Nilai besar dan rasa hormat yang saya terima di negara asal saya setelah kedatangan saya dari Turki telah membuktikannya,” pungkas Noushad.

Muhsin Kurtis, seorang Makedonia yang belajar ekonometrik di Universitas Marmara di Istanbul antara tahun 2004 dan 2009, mengatakan bahwa Turki memiliki semua karakteristik peradaban Timur yang membuatnya memilih negara ini untuk melanjutkan studi lebih tinggi.

Kurtis mengaku sempat mengalami beberapa kesulitan dalam proses izin tinggal saat berada di Turki, tetapi masalah itu sebagian besar diselesaikan dengan dibentuknya Direktorat Jenderal Manajemen Migrasi pada tahun 2013. Ia mencatat bahwa Turki penuh dengan kegiatan sosial dan acara yang ramah-remaja.

“Selain olahraga dan bepergian dengan teman sebangsa, kami mengatur wisata studi dan beberapa kegiatan lainnya,” tambah Kurtis.

Fennan Mohammad Bashir, lulusan internasional dari Istanbul Technical University, mengatakan bahwa ia berhasil menyelesaikan studinya di lebih dari satu universitas di Turki.

“Hubungan siswa dengan penduduk setempat dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler memungkinkan siswa internasional untuk lulus dari lebih dari satu universitas. Mereka memiliki pengetahuan di luar pendidikan formal mereka dalam empat dinding. Setiap proses kehidupan di negara mana pun, yang bukan tanah air Anda, mungkin akan berjalan dengan tidak mudah. ​​Tapi saya menganggap Turki sebagai negara saya sendiri. Saya tidak menghadapi masalah apa pun selama menjalani kehidupan mahasiswa saya di Istanbul,” katanya.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here