Peduli Mahasiswa Asing, Universitas Uludağ Gratiskan Biaya TÖMER

0
116

BERITATURKI.COM, BURSA- Menurut data kementerian pendidikan hingga akhir tahun 2019 lalu jumlah pelajar asing di Turki sejunlah 115.405 pelajar. Hal ini tidak mengherankan jika keberadaan mahasiswa asing di Turki menjadi sebuah keistimewaan bagi Turki. Masyarakat Turki umumnya menganggap pelajar asing sebagai musafir yang membawa keberkahan karena mereka datang untuk menuntut ilmu. Sehingga banyak mahasiswa asing baik mahasiswa Indonesia maupun negara lain yang kian mendapat perlakuan istimewa dan tanggapan hangat dari masyarakat setempat.

Wabah Corona yang kian meningkat pun turut menjadi penghalang mahasiswa asing dalam menuntut ilmu secara tatap muka di kampus, khususnya bagi mahasiswa baru yang sedang menempuh kelas TÖMER (persiapan bahasa Turki). Namun hal ini bukan tanpa sebab. Guna mencegah penyebaran COVİD-19 seluruh kegiatan belajar dilakukan secara online.

Beberapa universitas menyiapkan berbagai kebijakan terkait TÖMER. Salah satunya ialah Universitas Uludağ yang berada di kota Bursa, 2 Jam dari kota Istanbul. Sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa asing di Universitas Uludağ, pihak ULUTÖMER menggratiskan biaya TÖMER selama 1 level. Selain itu juga meniadakan ujian kenaikan level dan mengantar langsung buku ajar. Seperti yang diutarakan salah satu mahasiswa Biru Marmara Edukasi di Universitas Uludağ, Nabila Qothrunnada.

“Alhamdulillah, kami bisa menghemat 1.400 TL untuk satu level. Ujian level juga ditiadakan. Buku untuk pembelajaran level selanjutnya diantar sampai kerumah mahasiswa, jadi kami dihimbau untuk tetap dirumah. Di dalam paket buku juga diselipkan surat dari universitas dan coklat”, ujar Nabila.

Kebijakan ULUTÖMER tak hanya membuat bahagia Nabila namun juga orang tuanya.

“Alhamdulillah kebijakan ULUTÖMER ini membuat saya bahagia dan orang tua juga cukup lega. Karena sebelumnya sempat sedikit khawatir ditengah kondisi perekonomian yang akan semakin menurun di kondisi pandemi Covid-19 ini”, tambahnya.

Mengenai perubahan kelas yang awalnya berlangsung secara tatap muka dan kini berlangsung secara online, Nabila mengatakan tetap bersyukur walaupun suasana belajar langsung dengan online sangat berbeda.

Kepada beritaturki.com Nabila mengatakan jika dalam pembelajaran tatap muka bisa lebih banyak improvisasi kemampuan bahasanya ketimbang dengan online. Ia berharap semoga ia dan seluruh mahasiswa Indonesia di Turki bisa tetap fokus dan semangat dalam belajar meskipun berada di daerah pandemi. (kra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here