Paus Fransiskus Melakukan Pertemuan Bersejarah Dengan Ulama Terkemuka Syiah Di Irak, Ada Apa?

0
14
Paus Fransiskus saat tiba di kediaaman ulama terkemuka Syiah, Ayatollah Ali al-Sistani, di Najaf, Irak, 6 Maret 2021. (Sumber foto: Reuters)

BERITATURKI.COM, Najaf – Paus Fransiskus bertemu dengan Ayatollah Ali al-Sistani, salah satu ulama paling senior dalam Islam Syiah, pertemuan dilakukan di kota suci Najaf di Irak pada hari Sabtu untuk menyampaikan pesan hidup berdampingan secara damai.

Pertemuan bersejarah di rumah pribadi al-Sistani ini memakan waktu berbulan-bulan, dengan setiap detail yang didiskusikan dan dinegosiasikan dengan susah payah antara kantor ayatollah dan Vatikan.

Pertemuan tertutup itu diharapkan menyentuh masalah-masalah yang melanda minoritas Kristen Irak. Al-Sistani adalah tokoh yang sangat dihormati di mayoritas Syiah Irak dan pendapatnya tentang masalah agama merupakan rujukan bagi penganut Syiah di seluruh dunia.

Dalam beberapa kesempatan di mana pendapatnya diketahui, al-Sistani yang terkenal tertutup telah mengubah arah sejarah modern Irak.

Pada tahun-tahun setelah invasi pimpinan AS tahun 2003, dia berulang kali mengkhotbahkan ketenangan dan pengekangan karena mayoritas Syiah diserang oleh al-Qaeda dan kelompok lainnya. Meskipun demikian, negara ini dilanda kekerasan sektarian selama bertahun-tahun.

Fatwa 2014-nya, atau dekrit agama, yang menyerukan pria berbadan sehat untuk melawan kelompok teror Daesh meningkatkan jumlah milisi Syiah. Pada 2019, ketika demonstrasi anti-pemerintah melanda negara itu, khotbahnya mengarah pada pengunduran diri perdana menteri Irak pada saat itu yaitu Adil Abdul-Mahdi.

Paus Fransiskus tiba di Irak pada hari Jumat (kemarin) dan bertemu dengan para pejabat senior pemerintah setempat pada kunjungan pertama kepausan ke negara itu. Ini juga merupakan perjalanan internasional pertamanya sejak dimulainya pandemi virus corona.

Warga Irak menyambut baik kunjungan tersebut dan perhatian internasional yang telah diberikan kepada negara itu saat berjuang untuk pulih dari perang dan kerusuhan selama beberapa dekade. Irak menyatakan kemenangan melawan ISIS pada tahun 2017 tetapi masih mengalami serangan sporadis.

Irak juga masih mengalami serangan roket baru-baru ini oleh milisi yang didukung Iran terhadap fasilitas militer dan diplomatik AS, diikuti oleh serangan udara AS terhadap sasaran milisi di Irak dan negara tetangga Suriah. Kekerasan itu terkait dengan kebuntuan antara AS dan Iran setelah penarikan Washington dari perjanjian nuklir 2015 dan penerapan sanksi yang melumpuhkan terhadap Iran.

Sumber: Daily_Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here