Pasar Afrika Jadi Target Ekspor Sepatu Turki

0
37

BERITATURKI.COM, Turki – Presiden Federasi Pembuat Sepatu Turki Ahmet Aydan, mengatakan bahwa tahun lalu industri mengalami kesulitan karena fluktuasi dolar dan euro pada bulan Agustus. “16 perusahaan yang menyatakan persetujuan, 10 persennya dari sektor ini. Sedangkan produsen kecil bergantung pada lapangan pekerjaan yang ada, dan tidak bisa membuka usaha di tempat lain. Sehingga kami menyarankan mereka untuk mengekspor produksi. Kami mengusulkan mereka untuk memproduksi barang dengan model mereka sendiri dan menjualnya ke pasar domestik dan asing. Kami juga memberikan pelatihan dan dukungan,” katanya.

Aydan menyatakan 2019 disebut sebagai tahun kebangkitan untuk industri sepatu, “Kami memperkirakan pembukaan sektor pada akhir 2019 dan pada awal 2020. Perlahan, kami akan menuai hasilnya,” tambahnya. Menunjuk pada pentingnya produksi dalam negeri dan pemodelan serta kontribusinya terhadap ekspor, Ahmet Aydan berkata:

“Kami telah mengatasi ketakutan tentang ekspor dan kami berusaha untuk melangkah lebih jauh. Rusia berada di posisi pertama dalam ekspor sepatu. Kemudian Irak dan Jerman. Kami juga mengirim sepatu ke Portugal, negara-negara Timur Tengah dan negara-negara Eropa. Kami telah memperbaiki produk kami. Kami mengekspor 816 juta dolar dalam 10 bulan tahun ini, mungkin kami akan mendapatkan 1 miliar dolar pada 31 Desember 2019. Angka ini sangat serius. Kami memiliki target ekspor lebih dari 1 miliar dolar pada tahun 2020. Di tahun baru kami akan beralih ke pasar baru. Secara khusus, kami bertujuan menjual sepatu ke negara-negara Afrika. Ada kebutuhan yang tinggi dalam sektor sepatu di negara-negara Afrika. Kami harus memenuhi kebutuhan ini.”

Aydan menekankan, produksi sektor sepatu Turki sangat padat dan berkualitas tinggi. “Di masa lalu, ketika mendengar kata ‘sepatu’ hal pertama yang terlintas di kepala adalah produk Italia. Kami berusaha mendekati sepatu kualitas Italia, mungkin melebihinya. Harus ada tulisan ‘Made in Turkey’ di setiap sepatu. Jadi selanjutnya ketika berbicara tentang sepatu, hal yang pertama kali ada di kepala adalah Turki. Karenanya, kami membutuhkan pekerjaan yang lebih banyak, baik dan berkualitas tinggi,” ungkapnya. Mengatakan bahwa penting bagi perusahaan untuk melakukan R & D, inovasi dan pekerjaan yang berorientasi ekspor, Aydan berkata, “Sebagian besar perusahaan membeli model dari tempat lain. Kami harus membuat model kami sendiri. Jadi salah satu pekerjaan yang kami lakukan adalah kompetisi model.”

Aydan memperhatikan adanya kelangkaan pusat litbang dan desain pada perusahaan sepatu. “Kami telah menghubungi Kementerian Perdagangan. Kami mengadakan pertemuan pertama kami di Antalya pada akhir bulan lalu. Kami akan mulai memberikan pelatihan R & D, inovasi dan ekspor di provinsi-provinsi di mana terdapat pusat-pusat produksi dengan 5 atau 10 orang. Kami akan mulai memberikan pelatihan ini pada akhir atau awal Januari,” tutupnya. (Lin)

Sumber: AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here