Para Pemimpin Uni Eropa Akan Bertemu Di Brussel

0
15

BERITATURKI.COM, Brussel – Para pemimpin negara-negara Uni Eropa akan bertemu tanggal 24-25 Juni di Brussel untuk membahas beberapa agenda, diantaranya proses memerangi pandemi COVID-19, dana penggalangan dana untuk membantu negara-negara anggota Uni Eropa, kerja sama dengan negara ketiga dalam hal migrasi dan hubungan luar negeri termasuk dengan Turki, Belarusia dan Rusia.

Pembahasan terkait Turki akan dilakukan pada saat jamuan makan malam. Diharapkan pertemuan tersebut akan membahas beberapa topik penting seperti topik hubungan Turki-Uni Eropa, terutama situasi di Mediterania Timur dan Siprus, migrasi, bantuan ke Suriah di Turki, pembaharuan Kerjasama Pabean dan perdagangan.

Turki menekankan bahwa mereka telah memenuhi semua kewajibannya dalam kerja samavnya dengan Uni Eropa dan sekarang giliran Uni Eropa untuk memenuhi kewajibannya. Di antara harapan jangka pendek Turki dari pertemuan tersebut adalah mengambil langkah-langkah untuk memperbarui Kerjasama Pabean dan Dewan Uni Eropa memberi wewenang kepada Komisi Uni Eropa untuk ini, serta membuat kemajuan dalam memperbarui perjanjian terkait penanganan 4 juta warga Suriah yang ditampung oleh Turki.

Banyak anggota UE, terutama Jerman, menganjurkan pembaruan perjanjian migrasi antara Turki dan UE. Terakhir, Perdana Menteri Jerman Angela Merkel mengatakan, “Perjanjian itu sangat penting dan harus dikembangkan lebih lanjut. Turki melakukan tugas dengan baik dalam menampung 3,7 juta pengungsi Suriah. Turki layak mendapatkan dukungan kita semua.”

Setelah pertemuan puncak diadakan pada bulan Maret, Komisi Uni Eropa sedang mempersiapkan studi baru tentang hal penangganan pengungsi Suriah sesuai dengan tugas yang diberikan oleh para pemimpin. Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen dijadwalkan akan memberikan presentasi kepada para pemimpin yang hadir tentang studi tersebut.

Merkel mengatakan, “Jelas bahwa kita hanya dapat menyelesaikan masalah migrasi saat ini melalui dialog dengan Turki. Seperti yang kita sepakati pada bulan Maret, kita sebagai UE sekarang harus segera mengimplementasikan agenda dialog dengan Turki untuk memajukan kerja sama kita demi kepentingan bersama.”

Ia juga menjelaskan bahwa selain memajukan modernisasi Kerjasama Pabean, isu-isu seperti kesehatan, perlindungan dari peperangan dan perang melawan terorisme harus dibahas saat berdialog dengan Turki, Merkel menekankan bahwa kerja sama strategis dengan Turki harus dilanjutkan meskipun ada perbedaan pendapat tentang penegakan hukum dan pelaksanaan hak-hak dasar.

Merkel juga menunjukkan bahwa hubungan dengan Rusia juga akan dibahas pada pertemuan Pemimpin Uni Eropa ini, ia juga mengatakan bahwa tidak cukup untuk menanggapi provokasi Rusia tanpa koordinasi negara-negara anggota.

Merkel juga meminta mekanisme yang akan dikembangkan bersama-sama untuk menanggapi provokasi ini, “Hanya dengan cara ini kita akan belajar untuk melawan serangan hibrida Rusia” ungkap Merkel.

Merkel juga menyatakan bahwa agenda strategis bersama dengan Rusia harus ditetapkan dan ia juga menuntut agar UE menghubungi Rusia dan Presiden Rusia Vladimir Putin secara langsung.

Ia juga menekankan bahwa pertemuan Presiden AS Joe Biden dengan Putin tidak cukup, ia juga menggarisbawahi bahwa UE juga harus menetapkan format pertemuan dan ia juga mengingatkan bahwa konflik tidak dapat diselesaikan dengan cara lain.

Sumber : TRT Haber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here