Para Orang Tua di Turki Berjuang Deteksi Dini Diabetes pada Anak-anak Mereka

0
53

Istanbul. Penelitian baru dari Federasi Diabetes Internasional (IDF) telah menemukan bahwa orang tua Turki mulai memiliki kesadaran untuk melakukan deteksi dini terkait penyakit-penyakit serius yang dapat diderita seumur hidup oleh anak-anak mereka sendiri. Menurut Yayasan Diabetes Turki, sebanyak 15 % orang dewasa Turki menderita diabetes, sementara 1 dari 3 penderita diabetes tidak menyadari adanya potensi penyakit tersebut.

Berdasarkan pernyataan IDF, meskipun sebagian besar orang yang disurvei (70 %) memiliki anggota keluarga dengan riwayat diabetes, orang tua yang mengkhawatirkan (82 %) gejala penyakit tersebut mengalami kesulitan untuk mengetahui gejala penyakit tersebut. IDF juga menambahkan bahwa 1 dari 4 (28 %) sama sekali tidak akan mengenali gejalan awal penyakit berseiko tersebut.

IDF merupakan organisasi yang menaungi lebih dari 230 asosiasi diabetes nasional di 170 negara dan wilayah. Untuk menandai bulan kesadaran diabetes dan Hari Diabetes Sedunia pada 14 November, IDF telah mendesak keluarga untuk belajar lebih banyak tentang tanda-tanda peringatan diabetes yang dapat meliputi rasa haus yang berlebihan, sering berkemih, kekurangan energi, penglihatan kabur, proses penyembuhan luka yang lambat dan mati rasa di kaki dan / atau tangan.

IDF mengatakan bahwa temuan itu menggarisbawahi perlunya pendidikan dan kesadaran untuk membantu orang lain dalam melihat tanda-tanda awal diabetes. Empat dari lima orang dewasa di seluruh dunia gagal mengidentifikasi dengan benar tanda-tanda peringatan diabetes dalam studi IDF. Jika tidak diobati atau tidak ditangani, diabetes dapat menyebabkan komplikasi yang mengubah kehidupan seseorang seperti kebutaan, amputasi, gagal ginjal, serangan jantung dan stroke. Diabetes menjadi salah satu penyebab atas empat juta kematian pada tahun 2017 di seluruh dunia.

Memerangi diabetes

Dalam sebuah pernyataan untuk menandai Hari Diabetes, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan pemerintah bertekad untuk melawan penyakit itu.

“Dokter keluarga akan menyaring kelompok risiko tinggi untuk mengidentifikasi pasien. Mereka yang didiagnosis menderita diabetes akan dirujuk ke pusat kesehatan dan dimonitor,” tambah Koca.

Menteri juga mengatakan bahwa kampanye akan diluncurkan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan keluarga mengenai bahaya diabetes.

“Keluarga yang menderita penyakit akan didukung,” katanya.

“Program Diabetes Turki 2015-2010” Kementerian Kesehatan dirancang untuk mencegah dan melawan penyakit diabetes secara efektif. Menurut menteri, sebagai bagian dari program tersebut, total 850 dokter, perawat, ahli diet telah menerima pelatihan mengenai obesitas dan diabetes. Tahun lalu, sebanyak 3.823 orang menghadiri program terpisah di 12 provinsi untuk mempelajari tentang penyakit ini. Dalam enam bulan pertama tahun 2018, sebanyak 1.651 orang di 12 provinsi mengambil bagian dalam program pendidikan khusus ini.

Koca juga mengatakan “Program Diabetes di Sekolah” yang dilakukan bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Asosiasi Diabetes untuk meningkatkan kesadaran di antara anak-anak sekolah, akan terus berlanjut. Sebagai bagian dari acara untuk menandai Hari Diabetes Dunia, pasien diabetes, keluarga dan dokter mereka menggunakan moda transportasi terkenal “Eastern Express” untuk melakukan perjalanan dari ibukota Ankara ke provinsi Kars timur. Perjalanan sejauh 1.300 kilometer tersebut membutuhkan waktu sekitar 25 jam untuk menyelesaikannya. Ergun Çetinkaya, seorang dokter anak dan ahli endokrinologi pediatrik mencatat bahwa mereka telah mengatur kegiatan semacam itu sebelumnya dengan pasien dan keluarga mereka.(Yn)

Sumber: Hurriyet Daily News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here