Gubernur Anies Sambut Baik Pendirian MUSIAD Indonesia di Jakarta

0
135

BERITATURKI.COM, Jakarta – Biru Marmara Grup mendampingi serangkaian kunjungan yang dilakukan oleh Mustakil Sanayici ve Isadamlari Dernegi (MUSIAD) atau Asosiasi Pebisnis dan Industri Independen asal Turki ke kantor Gubernur DKI Jakarta pada hari Selasa, 15 Januari 2019. Berdasarkan pernyataan yang dituturkan Ibrahim Uyar, Presiden Komite Organisasi Luar Negeri MUSIAD, pihaknya berkunjung ke Jakarta dalam rangka mempersiapkan pendirian MUSIAD Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir CEO Biru Marmara Grup Doddy Cleveland Hidayat Putra beserta tim, dan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muhammad Najib. Rombongan disambut oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta seluruh pimpinan dinas di DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya saat tahun 2018 lalu melakukan kunjungan ke Turki. Ia juga menyampaikan kesannya saat bertemu dengan Presiden Erdogan di Masjid Ayyub al-Anshari Istanbul. Anies menceritakan bahwa saat itu ia merekam momen Presiden Erdogan membaca ayat suci Al-Qur’an. Rekaman tersebut diputar ulang oleh Anies dihadapan para delegasi MUSIAD dan tamu lain yang hadir di balai kota.

Anies mengungkapkan bahwa secara pribadi ia menilai Turki adalah negara yang memiliki masa depan gemilang meski dalam beberapa fase harus tertinggal. Anies juga melihat kepemimpinan yang dijalani saat ini memaksa Turki dan mengajak negara-negara sahabat lainnya untuk maju, dalam hal ini Indonesia.

Anies menyampaikan kepada pihak MUSIAD bahwa Erdogan memiliki cara politik yang cantik dan aturan-aturan yang dapat dilaksanakan dengan tetap menyesuaikan kearifan lokal serta cara memimpin yang sangat tegas. Anies menambahkan bahwa disisi lain jarang ada pemimpin di kancah internasional yang memiliki spirit keislaman.

“Indonesia dan Turki sama-sama menghadapi tantangan pada isu kesejahteraan dan kesetaraan,” tutur Anies.

“Hubungan ini tidak akan berubah, namun perlu diperkuat,” tambahnya.

Pemprov DKI Jakarta juga menyatakan akan menindak lanjuti tawaran atau menyetujui rencana terkait pendirian kantor perwakilan MUSIAD di Indonesia meski belum ada nota kesepakatan. Hal tersebut didasari atas kepercayaan Pemprov DKI Jakarta terhadap MUSIAD yang telah memiliki banyak database usaha dalam lingkup halal.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini dan menyambut baik pihak MUSIAD untuk sama-sama terlibat dalam peluncuran kantor perwakilan MUSIAD di Indonesia,” ungkap Anies dalam sambutannya.

Ibrahim, pada bagiannya, menyampaikan harapan yang besar terhadap kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Turki. Selain itu, lanjut Ibrahim, dengan dibukanya kantor cabang di Indonesia diharapkan hal tersebut dapat menjadi aspek yang mempercepat digelarnya perundingan Indonesia-Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA).

“MUSIAD siap membawa perusahaan Turki untuk berinvestasi di Indonesia. Volume perdagangan Indonesia-Turki perlu ditingkatkan,” ungkap Ibrahim.

Menurut data Kementerian Perdagangan, pada tahun 2017 total volume perdagangan kedua negara hanya senilai USD1,7 miliar, angka yang masih sangat rendah.

Ibrahim juga menuturkan bahwa Indonesia dan Turki memiliki kemampuan untuk meningkatkan kerja sama dalam sektor ekonomi dan bisnis. Ibrahim pun turut menilai bahwa jalinan ekonomi kedua negara masih harus ditingkatkan, meski hubungan kedua negara telah dinilai sangat baik dalam bidang politik.

“Kami dapat mewujudkan kemitraan diantara perusahaan Turki dan Indonesia guna peningkatan kerja sama, diantaranya dalam sektor pertahanan, energi, dan agrikultur,” kata Ibrahim.

Ibrahim juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kepentingan politik dalam kunjungan ini.

MUSIAD telah memiliki kantor perwakilan di 91 negara, dan Indonesia akan menjadi negara ke-92. Asosiasi yang didirikan pada tahun 1990 ini bertujuan menciptakan kesempatan dalam hal kerja sama bagi para pebisnis yang berada di Indonesia dan Turki. Presiden Komite Organisasi Luar Negeri MUSIAD ini memandang bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki peran strategis di kawasan ASEAN, sama halnya dengan Turki yang merupakan negara penting di kawasan.(Yn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here