Pabrik Tenun Karpet yang Terkenal di Seluruh Dunia, Karpet Hereke

0
203
Foto Hurriyet

Istana Nasional Karpet Hereke dan Pabrik Tenun Sutra Majelis Nasional Turki (TBMM) telah memproduksi perabotan sutra untuk istana dan rumah mewah selama 176 tahun dan turut serta menjaga fitur sejarah tersebut sebagai “museum pabrik”. Pabrik Tenun Hereke, salah satu elemen terpenting dari kehidupan istana di abad terakhir Kekaisaran Ottoman, didirikan pada tahun 1843 pada masa pemerintahan Sultan Abdülmecid untuk merevitalisasi seni menenun.

Pabrik tenun tersebut mulai menenun karpet pada tahun 1891 dan juga difungsikan untuk memenuhi kebutuhan pelapis lantai serta gorden istana. Di bawah naungan Abdulhamid II, proses produksi dimulai dengan pemilihan para master dari kota-kota Sivas, Ladik, dan Manisa di Anatolia. Para master pertama kali menciptakan pola desain yang diberikan oleh istana yang kemudian dikembangkan. Gaya unik Hereke pun terungkap.

Berawal dari hal tersebut, unit-unit tenun karpet ditambahkan ke Pabrik Tenun Hereke dan dari situlah awal mula tenun karpet Hereke berkembang dan menjadi terkenal di seluruh dunia. Produk yang paling menonjol dari Pabrik Tenun Hereke digunakan dalam dekorasi istana dan paviliun, yang merupakan karya industri Ottoman, serta di istana Eropa melalui hadiah yang diberikan kepada anggota dinasti asing.

Pabrik kemudian berkembang menjadi merek terkenal di dunia selama setengah abad sejak didirikan dan memenangkan penghargaan dalam pameran internasional yang diselenggarakan di Paris, London, Wina, Lyon, Brussels dan Turin. Hereke pada saat yang sama tercatat sebagai pabrik tenun karpet terbesar di Turki.

Karpet seluas 468 meter persegi yang ditenun pabrik 120 tahun yang lalu untuk aula seremonial Yıldız Şale Mansion masih merupakan karpet terbesar di dunia. Karpet Hereke seluas 124 meter persegi, yang menghiasi lantai aula di Istana Dolmabahçe, tempat upacara liburan diadakan selama periode Ottoman, juga menarik perhatian ribuan wisatawan lokal dan asing saat ini.

Pabrik tenun Hereke, yang dinaungi oleh Sümerbank selama periode Republik, melekat pada Administrasi Istana Nasional pada tahun 1995 di bawah Undang-Undang Privatisasi. Pabrik kemudian melanjutkan produksinya sebagai pabrik museum hingga saat ini juga menjadi tuan rumah bagi para peneliti istana nasional.

Berbicara kepada Anadolu Agency yang dikelola pemerintah, Direktur Istana Nasional Karpet Hereke dan Pabrik Tenun Sutra Majelis Nasional Turki (TBMM), Emine Günaydın, mengatakan bahwa produksi pabrik itu telah terkenal di seluruh dunia. Ia menyatakan bahwa Hereke mendapatkan gaya aslinya di era Abdulhamid dan kualitas tinggi dari produk membuatnya menjadi merek hingga saat ini.

“Karpet wol Hereke memiliki 360.000 knot per meter persegi,” kata Günaydın.

“Kerapatan simpul ini meningkatkan kualitas dan memungkinkan untuk membuat pola melengkung karena pikselnya kecil. Ini juga memungkinkan pembuatan pola yang sangat bagus. Itu sebabnya karpet klasik Hereke muncul. Karpet berkualitas terbaik di dunia adalah karpet Hereke. Karpet sutra era baru memiliki 1-2,5 juta knot, namun karpet wol Hereke memiliki simpul dengan kerapatan tertinggi serta kualitas tertinggi,” tambahnya.

Günaydın juga mengatakan bahwa karpet Hereke memiliki banyak fitur unik.

“Karpet Hereke dikenal tahan lama. Hal itu disebabkan oleh fakta bahwa kepadatan simpul tenun pada karpet sangat tinggi sehingga kualitas masa pakai karpet menjadi tahan lama. Pola juga berkontribusi menjadikan karpet Hereke sebagai merek dunia. Karpet menjadi lebih indah ketika orang-orang berjalan di atasnya, warnanya bersinar dan mereka mendapatkan tampilan yang lebih indah. Fitur ini unik dan hanya diaplikasikan untuk karpet Hereke saja. Simpul Turki yang kita sebut Gördes juga digunakan di karpet Hereke. Ini membuatnya tahan lama,” jelas Günaydın.

Menunjukkan bahwa seseorang dapat menenun karpet sebuah karpet setiap tiga bulannya, Günaydın mengatakan bahwa hal tersebut adalah pekerjaan padat karya karena memiliki 360.000 knot di setiap meter perseginya. Seorang penenun kain beludru di pabrik, Hasan Kahraman mengatakan bahwa kain beludru digunakan di kamar para sultan.

“Ada tiga sampai empat orang yang diketahui melakukan ini di dunia. Pekerjaan ini sulit dan padat karya. Saya bisa menenun 22 sentimeter sehari,” ungkap Kahraman. (Yn)

Sumber: Hurriyet Daily News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here