Oposisi Utama Turki, Partai CHP Bela Erdogan Menyusul Pernyataan Presiden Prancis, E. Macron

0
144
Wakil Ketua Umum Partai Oposisi Utama Turki, Cümhüriyet Halk Partisi (CHP) atau Partai Republik Rakyat Turki (PRRT), Bülent Kuşoğlu menyampaikan pandangan Partainya terhadap pernyataan Macron kepada para Wartawan kemarin sore. (Foto; Hurriyet Daily News)

Persoalan ‘Mavi Vatan’ atau batas kedaulatan laut kami (di Laut Tengah; Mediterania) adalah agenda nasional kami. Kebijakan luar negeri adalah masalah nasional bagi kami. Secara internal kami memisahkan antara Erdoğan dan persoalan nasional, tetapi terkait kebijakan Politik Luar Negeri (Pollugri) Turki adalah Satu. Kami memberikan dukungan kepada pemerintah dalam masalah ini,” Tegas Bülent Kuşoğlu Wakil Ketua Umum Cümhüriyet Halk Partisi (CHP).

BERITATURKI.COM, Ankara – Partai oposisi utama Turki (CHP) mengutuk Presiden Prancis Emmanuel Macron atas penghinaannya terhadap institusi Kepresidenan Turki, dalam dukungan yang sangat jarang kepada Pemerintah Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Parti) yang berkuasa yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdoğan.

“Seluruh dunia harus tahu bahwa tidak ada presiden di negara mana pun yang tidak dapat mengatakan apapun mengenai Presiden Republik Turki dengan cara yang tidak tepat. Mereka tidak punya hak untuk campur tangan dalam politik dalam negeri kami,” kata Engin Özkoç, wakil pemimpin parlemen CHP, kepada wartawan pada konferensi pers pada Jum’at, 11 September.

“Kami tidak menyetujui pernyataan Macron. Kami mengutuk. Dia harus dimana batas-batasnya (terkait kepentingan negara lain),” ujarnya.

Baca; Respon Turki terhadap pernyataan provokatif Macron dibawah ini:

Pemerintah Turki dalam pernyataan resminya juga telah menyampaikan respon keras kepada Macron atas kelancangannya mengurusi kepentingan nasional mereka.

Macron, pada konferensi pers pada kesempatan KTT MED7 di Corsica, berkata,” Kita harus keras dengan pemerintah Turki dan bukan dengan rakyat Turki, yang berhak mendapatkan lebih dari pemerintah Erdoğan.”

Bülent Kuşoğlu, wakil pemimpin CHP, juga mengecam Macron atas pernyataan yang dia gambarkan sebagai upaya untuk menarik popularitas Macron yang mulai enurun dalam politik domestik Prancis.

“[Mediterania Timur] adalah tujuan nasional kami. Kebijakan luar negeri adalah masalah nasional bagi kami. Secara internal kami memisahkan Erdoğan dan masalah itu, tetapi kami tidak menyamakannya dalam hal kebijakan luar negeri. Kami memberikan dukungan penuh kepada pemerintah dalam masalah ini,” ujarnya kepada para wartawan.

Prancis di bawah kepemimpinan Macron memiliki kebijakan tegas di NATO dan tempat lain, kata Kuşoğlu. “Permusuhan yang ditunjukkan terhadap Turki dengan mendukung Yunani di Mediterania timur adalah contoh lain dari kebijakan ini. Tetapi tidak mungkin baginya untuk berhasil.”

Sebagaimana diketahui Macron telah memprakarsai pertemuan puncak KTT EuroMed-7 pada 10 september/ dua hari yang lalu di pulau Porticcio, Corsica, Prancis. Pertemuan yang tidak melibatkan Turki tersebut turut dihadiri oleh Perdana Menteri Malta Robert Abela, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Pemimpin Siprus Yunani Nicos Anastasiades, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte dan Perdana Menteri Yunani sendiri Kyriakos Mitsotakis hadir minus delegasi dari Portugis./HDN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here