[Opini] Perjalanan Sejarah 70 Tahun Diplomasi Indonesia-Turki

0
62
Achmal Junmiady, Ketua Genc-MUSIAD Indonesia.

Oleh : Achmal Junmiadi (Founder LPIT & Genç MÜSİAD Indonesia)

BERITATURKI.COM, Jakarta | 1950 adalah tahun dimana Republik Turki menjalin hubungan diplomasi pertama kali dengan Republik Indonesia. Walau sebenarnya sudah hampir 5 Abad Turki hadir sebagai mitra strategis pusat Imperium Islam dunia (Ottoman) di Kesultanan Islam Nusantara sebelum menjelma menjadi Indonesia..

Kehadiran Republik Turki merupakan fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri dengan segala bentuk tragedi sekulerismenya namun ditahun 1950 Turki seperti kembali hadir memposisikan diri untuk kembali mendekatkan keposisi yang lebih dekat kepada negara negara timur muslim (Asia) sejak terpilihnya Perdana Menteri Adnan Menderes yang membuat kebijakan mengembalikan Adzan kedalam Bahasa Arab yang sebelumnya dalam bahasa Turki.

Tak urung Turki kembali mulai menggeliat dan tidak lagi menaruh harap dan mengemis untuk menjadi bagian dari Uni Eropa sejak dijuluki The Sickman of Europe. Turki mulai kembali merubah arah diplomasi dari barat kembali kearah Timur.

Ditahun 1955 Turki turut aktif menghadiri perhelatan besar Bangsa İndonesia dalam membentuk koalisi dunia baru melawan segala macam Imprealisme dan Kolonialisme yang pada akhirnya disebut sebagai Gerakan Non Blok. Dalam Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan dibandung Turki mengutus Wakil Perdana Menterinya Fatin Rostu Zorlu untuk membersamai perjuangan diplomasi internasional melawan penjajahan yang didominasi oleh kekuatan Barat.

Tak berhenti di Konferensi Asia Afrika, Turki melalui Perdana Menterinya Prof. Necmettin Erbakan ditahun 1997 bersama Indonesia membentuk koalisi strategis pengembangan ekonomi negara muslim Development 8 Countries yang dikenal sebagai D-8 yang diinisiasi bersama Wakil Presiden İndonesia Prof. BJ Habibie yang ternyata merupakan teman sejawat Necmettin Erbakan sejak menjadi mahasiswa dikampus Achen Jerman.

Keberadaan Republik Turki dan Indonesia merupakan 2 lokomotif negara muslim demokratis modern juga memainkan peranan strategisnya di Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sebagai representasi negeri muslim moderat. Dan kini kedua negara menjadi negara yang memiliki pengaruh dalam ekonomi Dunia G20 Abad 21 dan diprediksi akan menjadi kekuatan besar dunia dimasa mendatang.

Selain G-20, OKI, dan D-8, Turki dan Indonesia juga merupakan satu Forum dalam MIKTA atau singkatan dari (Mexico, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia) adalah 5 negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat dan populasi produktif di Dunia. MIKTA adalah kerjasama lintas benua dengan negara yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi terbesar, sejauh ini MIKTA selalu melakukan pertemuan tahunan dengan bergiliran antar negara anggora.

Diera Presiden Recep Tayyip Erdoğan saat ini Turki dan İndonesia sama sama memiliki komitmen kerjasama strategis yang lebih intensif baik dibidang teknologi, militer, budaya dan tentunya ekonomi dengan diinisiasinya IT-CEPA (Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement).

Selain dalam dunia Ekonomi dan Hubungan Politik Internasional, İndonesia dan Turki juga semakin intens membela kepentingan suara dunia Islam khususnya dengan jalan diplomasi kemanusiaan internasional yang semakin meningkat ditahun 2020, Turki dan Indonesia merupakan 2 negara dengan jumlah lembaga sosial terbanyak dalam menyuarakan pembelaan terhadap isu-isu kepalestinaan dan isu lainnya seperti terorisme dan Islamofobia.

Mari kita menyambut 70 tahun kerjasama Turki-Indonesia dengan semangat optimisme kembalinya peradaban Islam yang mendunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here