OİC Youth İndonesia Bersama YFK, dan Forum Pemuda Asia Adakan Webinar Terkait Konflik Nagorno-Karabakh

0
25

Webinar yang di ikuti oleh banyak peserta ini dihadiri oleh pembicara mulai dari diplomat muda, aktivis pemuda di negara berkonflik dan juga penggiat di Forum Pemuda Negara-negara İslam (ICYF).

BERİTATURKİ.COM, Jakarta- Organisasi Pemuda OKI Indonesia OİC Youth yang juga tergabung dalam Islamic Countries Youth Forum (ICYF) bersama-sama dengan komunitas pemuda Asia Tengah dan Kelompok Lobi Kashmir Internasional/ Youth Forum for Kashmir (YFK) menyelenggarakan konferensi Zoom dengan Topik “Konflik Azerbaijan: Peran Elit Politik dan Masyarakat Sipil“.

Agenda ini diselenggarakan pada hari Minggu (11/10). Beberapa Analis, peneliti, perwakilan Pemuda dan jurnalis dari Pakistan, Azerbaijan dan Indonesia turut ambil bagian dalam agenda Webinar lintas nasional tersebut.

Presiden Pemuda OKİ Indonesia, Syafi’i Efendi dalam sambutan pembukaan Webinar mengatakan bahwa sebagai generasi muda dan pemimpin masa depan kita harus berpikir lebih berani dan luas serta di luar kotak (out of the box).

Chairman of OİC Youth İndonesia, Mr. Syafi’i Efendi

Pemilu di AS dalam waktu dekat ini memiliki arti penting bagi dunia internasional, karena apa pun yang akan menjadi hasil akhir, itu akan berdampak pada kawasan khususnya dunia Islam, dan di seluruh dunia. Negara-negara Islam harus bersatu dan berkolaborasi terutama untuk konflik Armenia dan Azerbaijan. Selain itu, Muslim di Burma dan Kashmir juga menjadi korban agresi. Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan bersandar pada persatuan dan kolaborasi bersama, ujarnya di awal forum.

Sementara itu Tantan Taufiq Lubis -Ketua Dewan Pemuda Nasional Indonesia dan juga Wakil Presiden ICYF Internasional- menyatakan bahwa “Kita ingin memberitahu seluruh masyarakat dunia bagaimana Armenia dan Azerbaijan telah menjadi sumber konflik baru di kawasan dan konflik selalu terjadi ketika batasan kemanusiaan dan hukum internasional dilangkahi. 

Tantan Taufiq Lubis, Vice Presiden ICYF Internasional-İndonesian Youth Council

İa juga menawarkan bagaimana menangani konflik di berbagai bagian Dunia Isla, seperti Kashmir, Rohingya, dan Libya, bahkan juga di Azerbaijan baru-baru ini harus dilihat dari sudut pandang hubungan internasional yang memiliki kepentingan untuk menyelesaikan masalah. Indonesia dalam hal ini harus mengambil peran lebih, dan ia pun dalam kesempatan tersbeut menawarkan pengalaman Indonesia bisa menjadi salah satu alternatif.

“Kita harus melihat kebijakan pemerintahan Indonesia berdasarkan hubungan bebas dan aktif dengan semua negara termasuk Azerbaijan dan Armenia” sebut Tantan. Tantan Taufiq Lubis mengatakan bahwa ia percaya pada perdamaian dan keadilan sosial dan senang bahwa masyarakat internasional mulai tertarik untuk menyelesaikan masalah apakah itu di Azerbaijan atau Kashmir. “Kami berharap diplomasi akhirnya akan menyelesaikan masalah Nagorno Karabakh melalui negosiasi” ia menyudahi.

Mr. Ahmed Quraishi, Direktur Eksekutif Forum Pemuda Kashmir dalam pidatonya mengatakan bahwa ia ingin mengapresiasi Azerbaijan; mereka menangani masalah ini dengan sangat bijaksana dan membuktikan bahwa mereka adalah duta stabilitas perdamaian di kawasan. Karena mereka sebagai YFK atau -Kelompok Lobi Kashmir Internasional, red– yang juga menangani konflik Kashmir, telah mengamati dan memantau bagaimana Azerbaijan melakukan dan mengelola masalah Nagorno Karabakh dengan cara yang mengesankan melalui diplomasi. 

Dr. Ahmet Qureshi (Executive Director of YFK)

Qureshi menambahkan, diplomasi Azerbaijan telah memainkan peran diplomatik yang sangat positif di kawasan itu. Cara kepemimpinan Azerbaijan menangani masalah ini sejak hari pertama sangat berarti. Jika kita menelaah secara detil hampir sepanjang sejarah berdirinya Azerbaijan sejak tahun 1991 negara tersebut telah mengatur perannya sebagai pembawa damai di kawasan dan Asia Tengah.

Terutama para diplomatnya, mengangkat masalah ini secara internasional, akibatnya Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendukung penuh terhadap eksistensi Azerbaijan. Selain diplomasi, mereka juga menyampaikan korespondensi kepada forum internasional (PBB) untuk mengklarifikasi posisi Azerbaijan dan Armenia dengan alasan konkret, tambah Ahmed Qureshi.

Ahmed Qureshi mengatakan bahwa cara duta besar Azerbaijan untuk Pakistan Ali Alizada memberi pengarahan kepada media Pakistan di Islamabad sangat luar biasa, dia mengatakan kami tidak ingin berperang dengan Armenia tetapi kami menuntut Keadilan, Armenia harus mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) tentang Nagorno Karabakh. Tidak diragukan lagi Turki dan Pakistan mendukung sepenuhnya posisi Azerbaijan dalam konflik tersebut.

Sementara itu Sultan Zahidov -Dosen Senior di Baku State University (BSU) menyoroti latar belakang sejarah dan perkembangan Masalah ini selama (1991-1994). Dia menjelaskan secara rinci tentang pelanggaran pasukan Armenia ini selama tahun-tahun ini. 

Sultan Zahidov Lecture in Baku State University (BSU) doc. Zoominary OİC Youth İndonesia.

Zahidov mengatakan Pada 2018, rezim baru berkuasa di Armenia dan semua orang berharap mereka akan menangani masalah ini dengan cara yang lebih konstruktif, tetapi sayangnya mereka memulai dengan pernyataan tak berdasar bahwa Nagorno-Karabakh adalah milik Armenia.

Sejak September lalu kelompok sabotase atau penjajah yang dilancarkan oleh pasukan Armenia yang kemudian direbut kembali oleh pasukan Azerbaijan menunjukkan kedaulatannya dengan tetsp bertahan. Tetapi terlepas dari semua agresi oleh Armenia ini, Azerbaijan menanggapi melalui hukum internasional dan resolusi DK PBB.

Pembicara terakhir dan terpenting adalah Mr Intigam Huseynov seorang Diplomat dari Biro Politik -Kedutaan Besar Azerbaijan untuk Indonesia- menyampaikan pidatonya pada Webinar Zoom itu mengatakan bahwa, Agresi baru-baru ini dari Armenia dimulai pada September lalu yang dipertahankan dengan sangat baik oleh Azerbaijan. 

Mr. İntigam Hüseyinov, (Azerbaijan Senior Diplomat for Indonesia-Azerbaijan Embassy in İndonesia)

Azerbaijan meraih sukses besar selama perang dan telah membebaskan banyak daerah pendudukan dari pasukan Armenia. Dan penghargaan diberikan kepada media Azerbaijan yang menyoroti masalah ini di tingkat domestik dan internasional dengan sangat baik. Kami mempertahankan wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional di bawah resolusi Keamanan PBB.

Pada sesi terakhir Astrid Nadya Rizqita – Sekjen OKI Pemuda Indonesia menyampaikan bahwa mereka mendapat banyak masukan dan pembicara mengenai latar belakang dan sikap negara lain, apa yang telah dicapai Azerbaijan di tingkat diplomatik. Sebagai sesama anggota adalah tugas kami untuk mendukung saudara-saudara kami pada saat dibutuhkan.

Astrid Nadya Rizqieta- General Secretary of OİC Youth İndonesian Representative.

 Sebagai wakil dari pemuda Indonesia, para pemimpin muda sebagai Sekjen OKI Pemuda Indonesia yang memiliki perwakilan lebih dari dua puluh pemuda asal mula berdiri kokoh bersama Azerbaijan. Paling tidak yang bisa kita lakukan, kita harus mendukung Azerbaijan, Nagorno Karabakh adalah Azerbaijan.

Astrid Nadya Rizqita menyatakan bahwa kami turut berduka dan insight terbaru mengenai peran Azerbaijan dalam diplomasi damai dalam konflik dengan Armenia. İa juga menyebutkan kurangnya sikap tegas yang ditunjukkan oleh Indonesia terkait masalah Azerbaijan, namun kami menghargai sikap Turki dan Pakistan. Ada kebutuhan yang berat bagi Indonesia untuk memiliki peran yang lebih mendukung terkait konflik.

Bapak Zaman Bajwa, Pelobi di Forum Pemuda Kashmir dalam sambutan penutupnya mengatakan bahwa tujuan dari webinar ini adalah untuk sekedar mengetahui tentang konflik Azerbaijan baru-baru ini dan mengalahkan rumor di media sosial. Kami telah menyoroti berbagai aspek dari masalah ini. Itu adalah usaha untuk memberikan sumbangsih pemikiran demi kepentingan Azerbaijan.

Agenda yang di Moderatöri Bangkit Ausamapta Harvins ini telah sukses terlaksana dan melahirkan banyak rekomendasi bagi OİC Youth İndonesia dan juga ICYF tentunya agar lebih banyak melakukan pencerdasan kepada masyarakat pemuda di berbagai Negara-negara Muslim lainnya.

Moderatör Acara Bangkit Ausamapta Harvins

Source: OİC Youth İndonesia & Islamabadpost.com

YFK – adalah Kelompok Lobi Kashmir Internasional (Forum Pemuda untuk Kashmir) adalah organisasi non-pemerintah internasional non-partisan, bekerja untuk resolusi damai Konflik Kashmir sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here