OIC Youth (ICYF) Telah Melatih 7,6 Juta Pemuda Di Seluruh Dunia Selama Pandemi.

0
28

Berbagai program pelatihan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan protokol kesehatan terbaru disebabkan pandemi Covid-19, sehingga ICYF fokus di pembuatan program-programnya secara Online.

BERITATURKI.COM, Ankara | Lebih dari 7,6 juta anak muda di seluruh dunia telah dijangkau oleh Forum Pemuda Konferensi Islam untuk Dialog dan Kerjasama (ICYF-DC), sebuah organisasi yang berafiliasi dengan Organisasi Negara-negara Islam (OKI) selama pandemi Covid-19, sebagaimana disampaikan Presiden ICYF Taha Ayhan Jumat, kemarin

Dalam pertemuan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Ayhan – yang telah memimpin perkembangan pesat dan transformasi organisasi pemuda islam tersebut sejak ia menjadi presiden ICYF – mengatakan bahwa 67 grup dibawah asosiasi negara-negara OKI telah didirikan di 26 negara. Dia menambahkan bahwa sekitar 117 grup/organisasi cabang OIC Youth ini di 37 negara saat ini dalam tahap pembentukan.

Merujuk pada kerjasama dengan lebih dari 400 organisasi pemuda internasional non-pemerintah di seluruh dunia, Ayhan menyatakan bahwa mereka telah mengumpulkan para pemimpin dari seluruh dunia seperti pengusaha, investor, pengusaha muda, pemimpin opini dan seniman.

Mengatakan bahwa ICYF telah melakukan semua pekerjaannya secara online selama wabah koronavirus, Ayhan menambahkan bahwa kegiatan organisasi telah mencapai lebih dari 7,6 juta orang. Sekitar 2.500 orang muda berpartisipasi dalam program-program secara interaktif.

Pada akhir Mei, ICYF, yang mewakili kaum muda Muslim di seluruh dunia, meluncurkan program Pelatihan Sukarelawan Online dengan partisipasi 100 orang muda dari lebih dari 50 negara untuk menyoroti pentingnya menjadi sukarelawan di tengah pandemi coronavirus.

“Kegiatan sukarela akan memberi kaum muda kemampuan untuk bekerja sama dan belajar penyelesaian konflik. Itulah mengapa kaum muda dengan pengalaman sukarela memiliki lebih banyak peluang untuk memiliki kinerja yang lebih baik dalam pendidikan dan kehidupan bisnis mereka serta kemungkinan besar untuk berhasil dalam kehidupan secara keseluruhan, “Kata Ayhan.

Orang-orang muda yang berpartisipasi dalam program Pelatihan Sukarelawan Online akan menerima kursus lanjutan tentang sukarelawan oleh para ahli terkemuka dari lembaga-lembaga terhormat seperti Relawan PBB, Bulan Sabit Merah Turki, Medisina dan Universitas Hamad Bin Khalifa.

Meskipun pelatihan sebelumnya terjadi di tujuan seperti Antalya, Doha dan Baku, karena pandemi, tahun ini forum memutuskan untuk melakukan pertemuan melalui program pelatihan online.

Ayhan juga menekankan bahwa melatih kaum muda tentang kesukarelaan akan berkontribusi pada pembentukan jaringan relawan muda sambil mengintensifkan ikatan antar budaya.DS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here