Negosiasi Rusia-Ukraina di Istanbul Memberikan Kemajuan yang Berarti

BERITATURKI.COM, Istanbul – Harapan untuk menghentikan peperangan antara Rusia-Ukraina terus diperkuat dengan dilaksanakan perundingan dan negosiasi di Istanbul.

Delegasi Rusia dan Ukraina terus melaksanakan perundingan dan negosiasi di Istanbul dengan upaya diplomatik intens Turki. Pertemuan ini telah memberikan kemajuan yang berarti di sini, sehingga kedua pihah mulai mendapatkan harapan dan kekuatan untuk menghentikan perang antar kedua negara. Pertemuan di Istana Dolmabahce Istanbul ini turut dihadiri oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan, Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu, Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalın dan beberapa pejabat Turki lainnya.

Turki yang mempertemukan para menteri luar negeri kedua negara untuk pertama kalinya di Antalya pada 10 Maret setelah dimulainya perang Rusia-Ukraina, kali ini berhasil mempertemukan delegasi kedua belah pihak di Istanbul untuk keempat kalinya setelah tiga perundingan yang dilaksanakan di Belarusia.

Delegasi Ukraina dan Rusia melaksanakan pertemuan pada hari Selasa-Rabu (29-30/3) di Kantor Kepresidenan Istanbul yang berada di Istana Dolmabahce.

Delegasi Ukraina yang terdiri dari Penasihat Kantor Presiden Ukraina Mikhail Podolyak , Ketua Partai Rakyat Ukraina David Arakhamia dan anggota delegasi Ukraina Oleksandır Chalyi membuat pernyataan setelah negosiasi.

Menurut pernyataan yang dibuat oleh pihak Ukraina, hasil negosiasi hari ini telah dianggap cukup untuk mengadakan pertemuan di tingkat pemimpin Negara pada kesempatan berikutnya.

Delegasi Ukraina yang berpikir bahwa beberapa masalah yang tertunda dalam negosiasi hari ini telah diselesaikan menyatakan bahwa delegasi Rusia adalah “konstruktif”.

Sambil menekankan bahwa format keamanan saat ini tidak berjalan dan diperlukan sistem keamanan baru, pihak Ukraina menuntut agar negara-negara Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) serta Turki, Jerman, Kanada, Polandia dan Israel menjadi sebagai negara penjamin keamanan.

Menurut Ukraina, jaminan keamanan ini harus serupa dengan Pasal 5 perjanjian NATO, yang memberikan perlindungan kolektif bagi anggota yang diserang, sementara perjanjian apa pun dengan pihak Rusia tidak boleh menyertakan klausul apa pun yang mencegah Ukraina bergabung dengan UE.

Namun, delegasi Ukraina menekankan bahwa kesepakatan dan jaminan keamanan tidak akan mungkin terjadi tanpa gencatan senjata, dan mereka menunjukkan bahwa integritas teritorial dan keamanan Ukraina harus dipulihkan.

Di sisi lain, pihak Ukraina ingin memasukkan pasal dalam perjanjian dengan Rusia yang menyatakan bahwa kekuatan militer tidak akan digunakan untuk menyelesaikan masalah Krimea.

Menurut Podolyak, Rusia setidaknya telah menerima untuk menjadi subjek negosiasi masalah Krimea, yang sebelumnya ditolak untuk dibahas, dan kedua belah pihak saling menyampaikan bahwa mereka menolak solusi militer untuk masalah ini.

Karena Krimea dikenal sebagai subjek negosiasi yang paling sulit dengan Donbas, hal itu diperkirakan akan diserahkan pada proses pengambilan keputusan akhir di tingkat pemimpin.

Pernyataan Delegasi Rusia

Pemimpin delegasi Rusia Vladimir Medinskiy yang merupakan Penasihat Presiden Rusia Vladimir Putin juga membuat pernyataan setelah negosiasi.

Menimbang bahwa pembicaraan tersebut “konstruktif”, delegasi Rusia menerima tuntutan dan saran dari pihak Ukraina untuk mempresentasikan kepada Presiden Rusia Putin.

Setelah negosiasi, Kementerian Pertahanan Rusia memutuskan untuk secara signifikan mengurangi aksi militer di wilayah Kyiv dan Chernihiv untuk meningkatkan rasa saling percaya, melanjutkan negosiasi dan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk mencapai tujuan akhir, meratifikasi dan menandatangani perjanjian.

Meskipun pihak Ukraina tidak memberikan rincian persisnya, menurut Medinskiy yang membuat pernyataan kepada saluran negara Rusia Pyerviy Kanal, saran-saran berikut akan disampaikan kepada pemerintah Moskow:

  • Ukraina akan dinyatakan netral secara permanen, negara non-nuklir di bawah jaminan hukum internasional. Untuk tujuan ini, daftar negara penjamin diberikan.
  • Ukraina akan menolak untuk bergabung dengan aliansi militer, menjadi tuan rumah pangkalan dan pasukan militer asing dan melakukan latihan militer tanpa persetujuan dari negara-negara penjamin, termasuk Rusia.
  • Jaminan keamanan tidak akan berlaku untuk wilayah Krimea dan Donbas. Ukraina akan menolak setiap upaya untuk merebut kembali daerah-daerah ini dengan cara militer.
  • Rusia tidak akan keberatan dengan keanggotaan UE Ukraina.
  • Pada pertemuan kepala negara kedua negara, keputusan akhir akan mendapatkan status resmi.

Kemajuan Paling Berarti Sejak Dimulainya Negosiasi

Menurut informasi yang diberikan oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu, pertemuan kali ini memberikan kemajuan paling berarti sejak dimulainya negosiasi.

Hari ini, konvergensi antara pihak-pihak telah meningkat di setiap tahap, konsensus dan pemahaman bersama telah dicapai pada beberapa masalah.

Di sisi lain, masalah yang lebih sulit antara pihak-pihak yang belum terselesaikan akan ditangani di tingkat yang lebih tinggi.

Sementara para menteri luar negeri kedua negara diperkirakan akan berkumpul pada kesempatan berikutnya, kedepannya akan ada pertemuan antara kepala negara kedua negara.

Turki, yang berperan sebagai mediator dan fasilitator, terus membahas tentang usulan pihak tuan rumah untuk pembicaraan di tingkat tim perunding, menteri dan kepala negara.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here