Musta PPI Turki 2021 Hadirkan Mantan Menpora Enerjik, Adhyaksa Dault

0
42

BERITATURKI.COM, Kastamonu– Musyawarah Tahunan Perhimpunan Pelajar Indonesia Turki (Musta PPI Turki) 2021 kembali mengadakan seminar online (webinar) yang diselenggarakan pada hari minggu, 7 Februari 2021 melalui aplikasi zoom. Dalam webinar tersebut yang berjudul “Bersama Diaspora Menuju Indonesia Emas 2045”, panitia menghadirkan tokoh nasional yaitu mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia ke-9, Dr. H. Adhyaksa Dault, S. H., M. Si. dan Komisaris Bank Syariah BUMN, Drg. Arief Rosyadi, M.KM.

Rangkaian webinar tersebut berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh ratusan peserta yang berada di Indonesia, Turki, maupun dari berbagai domisili lainnya. Diawali dengan sambutan oleh Konsul Jenderal Indonesia di Turki, Imam As’ari, dan berlanjut materi dari pemateri pertama Bang Adhyaksa yang juga mantan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ke-7 tersebut tentang pentingnya peran kepemudaan, yang mana berkaitan dengan amanah yang pernah beliau emban, yakni sebagai Menpora RI ke-9.

Mantan Menpora RI Adyaksa Dault, dalam Zoominary bersama peserta Musyawarah Tahunan (Musta) PPİ Turki) yang diselenggarakan oleh PPI Kastamonu, merupakan Musta pertama yang dilakukan secara Online.

Dalam materinya, Bang Adhyaksa memaparkan bahwa jadi pemuda tidak boleh bersikap individualis, “Banyak sekarang ini yang hidup seperti sekedar naik lift, cuma mikir yang penting cepat sampai tujuan, lalu selesai begitu saja.” Kata beliau dengan nada semangatnya yang khas. “Kalau semua diaspora memilih untuk berbakti dari jauh, lantas siapa yang akan mengolah bangsa ini? Harus ada bakti untuk bangsa! Jangan cuma mikir begitu selesai kuliah lalu dapat kerja, punya rumah tangga, buka bisnis, lalu selesai begitu saja. Jangan hidup individualis lalu jadi pragmatis kepada bangsa. Kebersamaan adalah hal yang utama.” Tambahnya dengan berapi-api dan disambut dengan semangat para peserta.

Rangkaian webinar berlanjut ke pemaparan pemateri kedua Drg. Arief Rosyadi, M.KM. “Kita harus memiliki mental yang superior. Kita harus mengutamakan kebersamaan. Kawan-kawan harus saling bantu dengan pemuda-pemuda yang ada di Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas” Ungkap Arief yang juga merupakan mantan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut kepada para hadirin.

Setelah pemaparan materi berakhir, moderator membuka sesi tanya jawab yang mana sudah dinanti oleh banyak peserta. Salah satu peserta bernama Arief Isdiman bertanya, “Bagaimana cara kita menghadapi birokrasi kita yang kadang kala kurang menghargai potensi pemuda-pemuda yang menimba ilmu di luar negeri? Terima kasih.” Tanya Arief yang juga merupakan mahasiswa S3 Hubungan Internasional di Turki.

Pertanyaan tersebut dijawab oleh bang Adhyaksa, “Banyak orang yang mendapat kekuasaan mobilitas vertikal hanya karena faktor kedekatan saja. Kedekatan dengan pimpinan partai, kedekatan dengan para birokrat, dan lain-lain. Inilah kelemahan bangsa kita yang harus kita rubah. Menjadi pemuda itu harus memiliki 3A untuk sukses: aset, akses, dan accept.” Jawab Bang Adhyaksa.

Di penghujung acara, beliau memberi pesan penutup “Kita harus terus optimis, jangan cuma kerja. Kalau sekedar bekerja semua orang bisa, tapi tidak semua orang memiliki optimisme, dan orang yang optimis akan selalu mendapat ridho Allah“, ucapnya sebagai closing statement pada webinar yang diselenggarakan kali ini.

Setelah webinar berakhir, acara dilanjut dengan beberapa penampilan dari mahasiswa yang berada di Turki yang berisi penampilan musik dan pertunjukan sulap. Lalu dilanjut lagi dengan pembagian doorprize dan doa penutup. Demikian acara hari ini ditutup, namun rangkaian acara masih berlanjut hingga acara inti Musta PPI Turki 2021, yakni Sidang yang akan dilaksanakan pada 19-21 Februari mendatang.

Sumber : Tim Media Musta PPI Turki/ M. Uswatul Haq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here