Muslim Rusia Senang dengan Perubahan Status Aya Sofia

0
32

Memulihkan status Aya Sofia sebagai tempat ibadah merupakan ‘kegembiraan besar’ bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi, kata Damir Muhetdinov

BERİTATURKİ.COM, Rusya| Berita dipulihkannya status Hagia Sophia sebagai tempat ibadah adalah kegembiraan yang besar bagi orang-orang percaya dari tiga agama monoteistik -Muslim, Kristen, dan Yahudi- ujar Wakil Kepala Dewan Spiritual Muslim Rusia mengatakan pada hari Senin (kemarin).

Aya Sophia sekali lagi akan menjadi tempat di mana nama Tuhan akan dimuliakan dan dipuji, Damir Muhetdinov mengatakan kepada Badan Anadolu Agency Media Turki.

“Kami menyambut baik kenyataan bahwa ada satu tempat ibadah di mana nama Tuhan diperingati di Bumi. Kami melihat ini sebagai kemenangan bersejarah lain untuk monoteisme,” kata Muhetdinov.

Dari awal diskusi mengenai status Hagia Sophia, Dewan Spiritual Muslim Rusia ini mengambil posisi netral tanpa campur tangan dalam masalah negara berdaulat, sambil menekankan pentingnya menjaga perdamaian antaragama dan monumen itu sendiri, yang ditunjuk sebagai situs Warisan Dunia UNESCO, katanya.

“Aya Sofia telah menjadi obyek budaya yang penting di dunia, menurut kami, Aya Sofia harus dapat diakses oleh orang-orang dari semua agama dan pandangan agama,” katanya.

Muhetdinov menyatakan keyakinannya bahwa orang-orang Turki dan kepemimpinan politik mereka akan menemukan “cara yang tepat” untuk melestarikan objek ini dan tidak melanggar hak-hak dan pengakuan terhadap eksistensi kelompok agama lain.

“Dengan contoh Masjid Sultan Ahmed, kita tahu bahwa siapa pun, terlepas dari agama mereka, dapat datang ke tempat ini – untuk berdoa atau melihat keindahannya dan bahkan berkenalan dengan tradisi Muslim. Oleh karena itu, proposal yang disuarakan sampai saat ini oleh Turki untuk melestarikan penampilan historis Aya Sofia sebagai monumen arsitektur adalah benar dan akan berfungsi untuk melestarikan perdamaian, harmoni, dan pemahaman (intercultural understanding) antara berbagai bangsa, agama, dan budaya” katanya.

Kerjasama Yang Baik dan Konstruktif antara Rusia dengan Diyanet (Direktorat Agama Turki) dalam kerangka ‘persaudaraan’.

Beralih ke hubungan dengan Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet), Muhetdinov mengatakan bahwa pertukaran informasi dan juga kerjasama pendidikan antar mereka telah berlangsung lama dan terjalin secara “konstruktif” dan nilai-nilai “persaudaraan” selama beberapa dekade belakang.

“Pihak Turki mengambil bagian dalam proyek-proyek penting seperti, misalnya, pembangunan Masjid Katedral di Moskow. Dekorasi masjid sebagian besar merupakan wakaf dari pihak Turki dan Yang Mulia Recep Tayyip Erdogan sebagai tanda penghormatan dan persaudaraan solidaritas dengan Muslim Rusia,” tandasnya.

Saat ini, sebuah proyek besar yang menerjemahkan ensiklopedia Hadis dari Turki ke Rusia yang terdiri dari tujuh volume sedang diselesaikan, dan para ilmuwan Rusia dan Turki telah mengerjakan publikasi dalam bahasa Rusia selama lima tahun terakhir, tambah Muhetdinov, mengakhiri.AA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here