Muslim Moro Berharap Turki Terus Mendukung Mereka

0
47

MORO. Front Pembebasan Islam Moro (MILF) pada hari Senin (30/08) mengatakan mereka menginginkan dukungan lebih lanjut dari Turki setelah persetujuan baru-baru ini terhadap Undang-Undang Bangsamoro — bagian penting legislasi yang dibutuhkan untuk memperluas otonomi di wilayah selatan Filipina.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Al Hajj Murad Ebrahim, ketua MILF, kepada Anadolu Agency Turki saat berlangsungnya proses perdamaian dengan pemerintah Filipina.

Ebrahim menyatakan sector pendidikan menjadi prioritas karena sebagian besar wilayah di sana tertinggal dalam sektor ini.

Sejauh ini sekitar 200 siswa telah menerima pendidikan di Turki. Dia menekankan kontribusi dari Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) dan Yayasan Diyanet Turki (TDV) – yang berafiliasi dengan Direktorat Urusan Agama Turki – di wilayah Moro.

Ketua MILF ini juga berkata, “Turki sangat aktif mendukung proses normalisasi ini”.

Publik menginginkan solusi atas masalah mereka, Ebrahim menambahkan.

Komunitas Muslim yang tinggal di Mindanao, Palawan dan Kepulauan Sulu di Filipina selatan, dan pulau-pulau lain disebut sebagai Moro.

Tindakan yang bertujuan memberikan otonomi lebih luas kepada Bangsamoro — istilah kolektif untuk Muslim Filipina — akan menggantikan UU Otonomi Daerah Muslim Mindanao yang saat ini berlaku dengan UU Otonomi Daerah Bangsamoro — wilayah dengan kekuatan politik dan fiskal lebih besar, termasuk hibah blok tahunan yang lebih besar, setara dengan lima persen dari total pengumpulan pendapatan nasional.

Dengan peraturan baru, Bangsamoro – sebuah istilah kolektif untuk Muslim Filipina – pemerintahan otonom akan dibentuk.

Pemerintah pusat akan menyerahkan kekuasaan administratif di Mindanao kepada pemerintah Bangsamoro.

Turki sambut baik otonomi khusus atas bangsa Moro

Turki pada hari Jumat (27/07) memuji undang-undang baru yang membuka jalan bagi otonomi komprehensif Muslim Moro di Filipina dan memuji itu sebagai peristiwa “bersejarah.”

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa Turki menyambut “keberhasilan proses legislatif mengenai UU Organik Bangsamoro dan penandatanganannya oleh presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte.”

“Kami memuji upaya pemerintah Filipina, Front Pembebasan Islam Moro [MILF] dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyelesaikan legislasi bersejarah ini yang bertujuan untuk menciptakan entitas politik baru yang dikenal sebagai ‘Daerah Otonom Bangsa moro di Mindanao Muslim.’

“Dengan kemauan politik dan visi dari pihak-pihak terkait, titik kritis dalam proses perdamaian telah dilalui,” kata pernyataan itu.

“Ini adalah pencapaian bersejarah,” untuk mencapai “perdamaian, stabilitas dan kemakmuran yang adil dan abadi di Bangsamoro,” kata kementerian itu.

“Undang-undang Organik Bangsamoro juga menghadirkan peluang berharga untuk mengatasi akar penyebab ekstremisme dan kekerasan terorisme dan dengan demikian menawarkan janji masa depan yang lebih baik bagi rakyat Bangsamoro,” kata pernyataan itu.

“Turki akan terus mendukung proses perdamaian serta pembangunan sosial dan ekonomi wilayah tersebut dalam periode mendatang.” (ach)

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here