Muğla Arasta: Jantung Perdagangan Berusia Enam Abad

0
49
Dok. Daily Sabah

Muğla Arasta merupakan pusat niaga yang sangat bersejarah sejak masa Utsmaniyah. Kawasan ini merupakan salah satu pusat komersial terbesar yang sangat populer di pusat kota dan rumah bagi lebih dari 100 pertokoan.

Tempat yang terletak di distrik Menteşe ini menjadi poin penting yang sangat dibutuhkan dalam berjalannya aktivitas wisata budaya di Muğla. Daerah ini juga mendapat julukan “surga di bumi” sejak zaman Beyliks Anatolia.

Muğla Arasta merupakan tempat populer bagi mahasiswa, turis lokal, dan asing. Pasar ini menjadi tuan rumah bagi pengrajin tradisional, seperti pembuat sadel, sepatu, sandal, sepatu besi, penata rambut, dan barang-barang tradisional lainnya yang telah punah dari sejarah.

Pusat komersial tradisional ini terletak di persimpangan antara sumbu utara-selatan dan timur-barat yang merupakan rute karavan di distrik Muğla. Kawasan ini telah lama dikenal sebagai daerah dengan intensitas komersial yang mencerminkan karakteristik arsitektur sipilnya.

Berbicara kepada Anadolu Agency (AA), profesor Adnan Çevik, seorang dosen dari Muğla Sıtkı Koçman University, mencatat bahwa Muğla adalah pemukiman yang sangat menarik dan kota Turki dengan nuansa Islam yang khas.

Ia mencatat bahwa situasi Muğla saat ini juga mencerminkan situasi di masa lalu.

“Karakteristik utama dari kota-kota Islam di Turki ialah adanya masjid dan Darvīsh yang  berbaris dengan pertokoan dan rumah-rumah penduduk yang terletak di bagian belakangnya. Ada suasana spiritual di semua sisi kehidupan Islam di Turki,” ujar Çevik.

Dok. Daily Sabah

Çevik lebih lanjut menunjukkan bahwa suasana spiritual ini juga tercermin dari pertokoan yang berada di sekeliling lingkungan dan berbagai kegiatan komersial yang dilakukan oleh berbagai macam profesi seperti pedagang besi, penjual minyak, dan lain-lain.

Çevik mengatakan bahwa menurut catatan sejarah wilayah ini terbentuk sejak 500 hingga 600 tahun yang lalu. Ia juga mengatakan bahwa terjadi integrasi sejarah setelah Muğla ditaklukkan oleh Ottoman dari Beyliks, Anatolia.

“Ada pasar tembaga di timur dan pasar minyak di bawah. Ada juga pasar sereal. Muğla adalah kota Turki-Islam yang khas dengan pertokoan, masjid bersejarah, pondok-pondok tempat istirahat dan contoh arsitektur sipil. Sebagian besar lokasi Muğla Arasta merupakan bangunan asli,” ujar Çevik.

Çevik menunjukkan bahwa identitas urban Turki-Islam di Muğla berawal setelah wilayah Menteşe Beylik ditaklukkan oleh Turki pada tahun 1260 M dan gubernur Menteşe baru mempromosikan tradisi Turki-Islam di seluruh wilayah tersebut.

“Ibukota Beylik Menteşe adalah Milas, tetapi putra penguasa Beylik, Bey, tinggal di Muğla. Dengan demikian, hal tersebut menjadi modal kedua dalam mempromosikan tradisi Turki-Islam,” tambah Çevik.

Walikota Menteşe, Bahattin Gümüş, juga menyatakan bahwa Muğla adalah pusat perdagangan.

Ia menyoroti penginapan, pemandian, dan jalan-jalan sempit di Muğla dan mengatakan bahwa kawasan tersebut telah dan harus terus dilestarikan.

“Distrik Menteşe di Muğla mungkin merupakan salah satu kota yang paling terawat di Turki,” ujar Gümüş.

Rute populer untuk pariwisata

Gümüş menyatakan bahwa wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut mulai melirik Muğla sebagai tujuan destinasi wisata mereka.

“Para wisatawan biasanya mengunjungi Muğla untuk melihat pemandian Turki kuno, menara jam, mesjid, dan cerobong asap. Kami percaya bahwa kami telah mencapai titik yang menunjukkan Muğla sebagai kota yang bersejarah,” ujar Gümüş.

Dok. Daily Sabah

Ketua Asosiasi “Bazaar Survival and Development Muğla Ottoman”, Ömer Karaca, juga menyatakan bahwa Muğla Arasta merupakan daya tarik bagi kawasan perniagaan di Muğla.

Karaca telah menjalani profesi sebagai pengrajin kulit di Muğla Arasta kurang lebih selama 50 tahun. Ia melanjutkan profesi ayahnya.

“Salah satu pengrajin yang bekerja di sini adalah ayah saya. Sekarang ia telah meninggal dan saya yang melanjutkan profesinya,” tutur Karaca.

Pelestarian Muğla Arasta

“Perbaikan telah dilakukan di Muğla Arasta dari waktu ke waktu. Gubernur dan pemerintah daerah mendukung restorasi. Pemugaran telah dilakukan sesuai dengan struktur arsitektur aslinya, wisatawan lokal dan asing juga semakin menunjukkan minat yang tinggi untuk mengunjungi Muğla Arasta,” ujar Karaca.

Seorang pensiunan muazin, Mustafa Kara, 81 tahun, ialah salah satu pengrajin tertua di Muğla Arasta. Ia mencatat bahwa ia bekerja sebagai pengrain tas di pasar kuno selama 60 tahun.

“Ada tukang kayu, kedai kopi, tukang reparasi kendaraan dan pengrajin besi di sini. Hingga akhirnya bangunan ini runtuh dan sistem baru didirikan. Setelah tempat-tempat ini hancur, ukuran toko-toko menjadi sangat kecil. Saya dan pengrajin lain merasa lebih nyaman bekerja di sini jika bangunan ini lebih besar, ” tambah Kara.

Mehmet Şahin Kara, pembuat tas berusia 60 tahun, mengatakan bahwa ia melanjutkan profesi ayahnya dan telah aktif di Muğla Arasta selama 45 tahun.

“Saya memiliki dua orang anak. Putri saya telah menikah dan putra saya menjadi guru. Bisnis kami berjalan dengan baik. Ayah saya mengajarkan profesi ini kepada saya hingga akhirnya saya meneruskannya. Kami berusaha membawa nuansa masa Utsmani hingga saat ini,” tutur Kara.

Ahli reparasi radio yang bekerja selama 50 tahun

Satu-satunya ahli reparasi radio yang ada di Muğla Arasta ialah Mustafa Bektaş, 65 tahun, ayah dari empat anak. Bektaş mengatakan bahwa ia telah mencintai dan menekuni profesinya selama lebih dari setengah abad.

“Orang-orang membawa radio untuk diperbaiki. Profesi kami dulu sangat populer. Orang-orang biasa membawa radio mereka yang rusak dan membayar dengan sekeranjang telur. Para penduduk desa biasanya ingin radio mereka diperbaiki secepat mungkin. Semua hal itu menjadi kenangan indah bagi saya,” tutur Bektaş.

Bektaş mengatakan bahwa ia selalu merasa Muğla Arasta seperti rumahnya sendiri dan bahkan ia biasa datang pada hari Minggu.

“Saya biasanya duduk selama beberapa menit kemudian pulang. Tempat ini terasa seperti rumah kedua bagi saya. Saya telah berada di sini selama lebih dari 40 tahun,” tambah Bektaş.

Kepala lingkungan Camiikebir, Kamuran Fidan, mencatat bahwa ada sekitar 120 tempat kerja di Muğla Arasta dan banyak hal baru yang akan dilakukan di kawasan ini, seperti festival dan acara lainnya.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here