Mohon Dukungan untuk Kembalinya Warga Suriah, Erdogan: Eropa Berutang Budi Atas Pengorbanan Turki

0
44

BERITATURKI.COM, Ankara – Presiden Recep Tayyip Erdogan, pada hari Sabtu, 23 Februari 2019, menyampaikan bahwa saat ini Eropa berutang perdamaian atas pengorbanan Turki dan rakyatnya. Hal tersebut dikatakannya pada sebuah rapat umum di provinsi Kahramanmaraş tenggara.

Presiden Erdogan mengatakan bahwa saat ini para pengungsi Suriah, yang berlindung di Turki, merindukan kampung halamannya dan sedang menanti waktu untuk kembali.

“Mereka [pengungsi Suriah] ingin kembali ke tanah airnya sesegera mungkin,” katanya.

“Sekitar 311.000 warga Suriah telah kembali ke beberapa kawasan, seperti Afrin, Jarablus dan Idlib, yang semuanya telah dibersihkan dari teroris oleh pasukan Turki dan sekutunya,” tambah Erdogan.

Erdogan mencatat bahwa Turki berusaha untuk membuat wilayah Idlib benar-benar aman dan mengatakan bahwa Ankara telah membuat kemajuan yang cukup signifikan dalam lobi yang dilakukan dengan Rusia dan Iran dalam hal ini. Ia menggarisbawahi jika kerja sama dari negara-negara tersebut tidak memungkinkan, dan Ankara bertekad untuk mencapai tujuan itu melalui upayanya sendiri.

Menyerukan dukungan dari AS dan Eropa untuk upaya Turki dalam memfasilitasi kembalinya warga Suriah ke negara mereka, Erdogan menekankan setidaknya 500.000 warga Suriah sedang menunggu Turki untuk mengamankan kota Manbij di Suriah utara, yang saat ini di bawah kendali YPG / PYD / Kelompok teror PKK, sebelum akhirnya mereka kembali ke wilayah tersebut.

“Jutaan orang Suriah akan pulang ke rumah setelah pihak kami mengamankan wilayah timur Suriah,” ungkap Erdogan.

Melansir Daily Sabah, Turki telah menjanjikan operasi kontraterorisme di timur Eufrat, Suriah utara, menyusul dua operasi sukses serupa yang diluncurkan sejak tahun 2016.

Sejak tahun 2016, operasi “Euphrates Shield” dan “Olive Branch” Turki di Suriah barat laut telah membebaskan wilayah tersebut dari teroris YPG / PKK dan Daesh, termasuk Al-Bab, Afrin dan Azaz, yang memungkinkan Suriah yang melarikan diri dari konflik yang terjadi di sana.

Dalam upaya serangan teroris selama 30 tahun, PKK telah merenggut sekitar 40.000 jiwa, termasuk wanita dan anak-anak. YPG adalah cabang teroris di negara Suriah.(Yn)

Sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here