Mohamed Morsi Wafat, Begini Reaksi Tokoh Dunia

0
99

BERITATURKI.COM, Ankara – Komunitas internasional berduka atas kematian martir Mohamed Morsi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, yang meninggal pada hari Senin, 17 Juni 2019 dalam sebuah sidang di pengadilan untuk menghadapi tuduhan yang diyakini banyak orang bermotivasi politis.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan rasa belasungkawa Morsi, yang disebutnya sebagai seorang martir yang wafat karena perjuangannya. Erdogan juga menambahkan bahwa sejarah tidak akan pernah melupakan para tiran penyebab kemartirannya.

Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Morsi akan dikenang sebagai tokoh yang luar biasa dalam perjuangan negaranya untuk mewujudkan demokrasi.

Pada Senin malam (17/06/2019), Direktorat Agama mengungkapkan bahwa shalat ghaib untuk Morsi akan diadakan hari ini, Selasa, 18 Juni 2019 di masjid-masjid di seluruh Turki.

“Di depan Allah, ayah saya dan kami akan bersatu,” tulis putranya, Ahmed, dalam postingan Facebook.

Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani juga turut meratapi wafatnya Morsi.

“Kami menerima dengan sedih berita tentang kematian mantan Presiden Mohamed Morsi,” tutur Al Thani.

Al Thani menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Morsi dan rakyat Mesir.

Sarjana Muslim terkemuka Yusuf al-Qaradawi juga turut mengomentari kabar wafatnya Morsi.

“Morsi wafat dalam kondisi sabar atas penderitaannya di penjara,” kata al-Qaradawi yang juga turut berdoa atas wafatnya Morsi.

Gerakan Ennahda Tunisia juga mengatakan bahwa pihaknya telah menerima berita itu dengan kesedihan dan keterkejutan yang luar biasa dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Morsi dan rakyat Mesir.

Ikhwanul Muslimin Yordania pun turut menyatakan bahwa otoritas kudeta di Mesir bertanggung jawab atas kematian Morsi setelah penahanannya selama tujuh tahun di penjara isolasi.

Kelompok itu juga menganggap masyarakat internasional bertanggung jawab atas kejahatan kudeta di Mesir.

Kelompok Hamas Palestina meratapi Morsi dan memuji upayanya dalam mendukung perjuangan Palestina serta menyampaikan belasungkawa kepada bangsa Mesir, rakyatnya dan keluarganya.

“Morsi terlibat dalam perjuangan panjang bagi Mesir, rakyatnya dan masalah-masalah bangsa, serta yang paling utama adalah konflik Palestina,” katanya.

“Morsi  juga melakukan upaya besar dalam mempertahankan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa sebagai anggota parlemen Mesir,” tambahnya.

Di Masjid Al-Aqsa, ratusan warga Palestina mengadakan shalat ghaib untuk Morsi.

Di Libya, Mohamed al-Amari, seorang anggota Dewan Presidensial Libya yang diakui PBB, menggambarkan Morsi sebagai seorang martir. Ia menambahkan bahwa dirinya telah memberikan contoh untuk kesabaran, ketabahan, dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsipnya.

Di halaman Facebook-nya, Amari menyatakan belasungkawa kepada keluarga Morsi: “orang-orang bebas Mesir dan revolusi pembebasan di semua negara Arab.”

Abderrazak Makri, pemimpin partai Islam terbesar Aljazair, Gerakan untuk Masyarakat Perdamaian, berduka atas wafatnya presiden sah Mesir.

“Atas nama lembaga dan aktivis gerakan, saya menyampaikan belasungkawa tulus kepada keluarga presiden Mesir yang sah, yang digulingkan, kepada saudara-saudaranya di Partai Kebebasan dan Keadilan dan kepada orang-orang Mesir,” katanya.

Partai Kongres Rakyat Sudan menyatakan belasungkawa kepada bangsa Arab dan Islam serta rakyat Mesir atas kesyahidan Morsi.

Ditekankan bahwa Morsi menghabiskan tujuh tahun penjara dan dicabut hak asasinya.

Mohamed Mahsoub, yang menjabat sebagai menteri negara untuk urusan parlemen selama masa kepresidenan Morsi, mengatakan: “kita menghadapi kasus pembunuhan baru: pembunuhan satu-satunya presiden yang dipilih oleh rakyat Mesir dalam sejarah mereka”.

Ia mengatakan bahwa hal itu adalah pembunuhan kebebasan memilih untuk menjaga masa depan Mesir terikat pada kehendak tiran atau keputusan seorang diktator.

Human Rights Watch juga mengomentari kemartiran Morsi dengan mengatakan bahwa hal tersebut dapat diprediksi.

“Kematian Morsi mengerikan tetapi sepenuhnya dapat diprediksi, mengingat kegagalan pemerintah untuk memberinya perawatan medis yang memadai,” Sarah Leah Whitson, direktur eksekutif Divisi Timur Tengah dan Afrika Utara organisasi itu, mengatakan di Twitter.

Seorang anggota terkemuka kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir, Morsi memenangkan pemilihan presiden gratis pertama Mesir pada tahun 2012. Namun, setelah hanya satu tahun menjabat, ia digulingkan dan dipenjara dalam kudeta militer berdarah yang dipimpin oleh menteri pertahanan Mesir saat itu dan presiden saat ini Abdel Fattah al-Sisi.

Pada saat kematiannya, Morsi menghadapi sejumlah tuntutan hukum, yang menurutnya, bersama sejumlah kelompok hak asasi manusia dan pengamat independen bermotivasi politis.

Hamdeen Sabahi, seorang mantan kandidat dalam pemilihan presiden Mesir, juga menyampaikan belasungkawa.

“Saya meminta Tuhan untuk menyambutnya di surga yang luas, menerima kebaikannya, mengabaikan kesalahannya, dan memberikan kesabaran kepada orang-orang yang dicintainya,” tutur Sabahi.(Yn)

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here