Militer Armenia Menyerukan Perdana Menteri untuk Mengundurkan Diri

0
18

Seruan tidak dilakukan di bawah tekanan apa pun, kata Kepala Staf Umum Militer Armenia.

BERITATURKI.COM, Yerevan (Armenia) – Militer Armenia pada Kamis (25/02/2021) mempertahankan seruannya agar Perdana Menteri Nikol Pashinyan mengundurkan diri, dengan mengatakan seruan itu tidak dibuat di bawah tekanan apa pun.

Dalam sebuah pernyataan, Kepala Staf Umum Militer Armenia mengatakan seruan itu adalah “keyakinan dan sikap yang jelas untuk mengabdi pada keselamatan tanah air.”

“Kami mengkonfirmasikan posisi kami. Seruan pengunduran diri itu bukan karena tekanan,” kata pernyataan itu.

Mantan Presiden Armenia Robert Kocharian juga menyatakan dukungannya atas seruan militer dan berkata, “Pada saat kebenaran ini, saya meminta Anda [rakyat Armenia] untuk menjadi pemilik negara kami dan untuk mendukung Angkatan Bersenjata kami.”

“Pemerintah yang kalah perang dan kehilangan wilayahnya harus mundur. Ini [seruan pengunduran diri] adalah jaminan kebangkitan nasional kita,” ujarnya di media sosial.

Sementara itu, partai oposisi di Armenia mulai mengumpulkan tanda tangan parlemen untuk mengadakan sesi luar biasa, menurut sumber lokal.

Badan Keamanan Nasional negara itu juga merilis pernyataan yang menyerukan warga yang menuju ke jalan untuk menahan diri dari “tindakan provokatif”.

Ribuan Orang Berkumpul di Ibukota Yerevan

Setelah militer Armenia menyerukan pengunduran diri Pashinyan, para pendukungnya, serta pendukung oposisi, turun ke jalan di ibu kota Yerevan.

Saat Pashinyan berkumpul dengan para pendukungnya di Republic Square di Yerevan, kelompok oposisi yang mendukung tuntutan militer untuk mundur berkumpul di Freedom Square.

Ribuan orang berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut, dan ketegangan antara kedua kelompok tersebut meningkat dari waktu ke waktu.

Dalam pidatonya di Republic Square, Pashinyan menggarisbawahi bahwa pengunduran dirinya tidak akan menyelesaikan masalah di negaranya.

“Hanya rakyat yang dapat memutuskan apakah saya mundur atau tidak. Rakyat Armenia tidak akan mengizinkan kudeta militer.”

Merujuk pada panggilan teleponnya dengan presiden tentang situasi tersebut, Pashinyan mengatakan dia mengatakan kepada Armen Sarkissian bahwa dia harus menandatangani keputusan tentang pemberhentian Onik Gasparyan, kepala Staf Umum Militer Armenia.

“Jika presiden tidak menandatangani ini, itu berarti dia mendukung kudeta. Ini adalah pilihan yang sangat sederhana,” kata perdana menteri.

Meminta Gasparyan untuk mengundurkan diri, Pashinyan berkata, “Saya tidak akan membiarkan Gasparyan menghasut tentara untuk melawan rakyat. Pejabat lain di ketentaraan harus menjabat.”

Mengingatkan bahwa dia sebelumnya telah mengusulkan diadakannya pemilihan parlemen lebih awal di negara itu, Pashinyan mengatakan dia melepaskan gagasan ini atas permintaan para pendukungnya.

Namun, pernyataan tertulis dari Kementerian Pertahanan Armenia menekankan bahwa angkatan bersenjata melindungi perbatasan negara dan menjamin keamanan.

“Upaya untuk melibatkan angkatan bersenjata dalam proses politik di negara itu tidak dapat diterima. Inisiatif seperti itu mengancam stabilitas dan keamanan di negara itu. Kementerian akan memberikan reaksi yang diperlukan untuk tindakan tersebut,” tambah pernyataan itu.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here