Menyusuri 165 Tahun Hiburan Lebaran Kota Rize: Bianglala Kayu

0
128

Oleh : Khumaira ( Kontributor Tetap Berita Turki di Istanbul)

Di Rize, wilayah Ardesen kebudayaan hiburan tradisional bianglala kayu sudah berlangsung selama 165 tahun. Hiburan masyarakat ini hanya ada setahun sekali yaitu saat perayaan hari raya Idul Adha dan hanya ada di alun-alun desa Akdere.

Mengandalkan Kekuatan Tangan

Jangan heran kalau Anda tidak melihat adanya mesin motor yang menggerakkan permainan ini karena budaya terun-temurun ini mengandalkan tenaga manusia. 6 orang akan menjadi pemutar bianglala kayu. Tangan-tangan kuat masyarakat akan terus memutar diiringi dengan suka-cita anak-anak dan masyarakat.

Mempererat Tali Silaturahmi

Hiburan ini hanya dibuka selama satu minggu selama libur hari raya. Setiap tahunnya, ratusan masyarakat dari anak-anak, remaja hingga orang tua datang memenuhi alun-alun desa untuk menyambut kebudayaan turun-temurun ini. Masyarakat bersuka cita menyambutnya sambil saling mengucapkan selamat hari raya. Ada yang meniup terompet, dan ada juga yang mengantri untuk bisa naik bianglala. Selain bertujuan untuk menghibur masyarakat juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar masyarakat.

Bagi yang ingin menaiki bianglala ini dikenakan infak yang nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan para siswa yang belajar di desa ini. Ahmet Karaca, seorang ahli yang mendirikan dan membuat bianglala kayu selama 50 tahun ini mengatakan bahwa ia sudah banyak belajar dari orang-orang tua untuk melestarikan kebudayaan ini. Pembuatannya menggunakan kayu khusus yaitu kayu pohon Alnus. Sebenarnya bianglala bisa menggunakan mesin sebagai alat pemutar namun akan lebih menghibur kalau menggunakan tangan manusia dan tentu karena budayanya seperti ini. “Zaman dahulu ibu saya selalu menggunakan mentega sebagai pelumas bianglala namun sekarang kami menggunakan minyak grease sebagai pelumasnya” ucap Pak Ahmet. (TWA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here