Menteri Teknologi dan Perindustrian Turki: Pembayaran Digital Bisa “Memukul” Nilai Dolar

0
39

Oleh : Khumaira (Kontributor Berita Turki di Istanbul)

Dunia yang saat ini berada dalam kondisi perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya menuntut para ahli untuk membuat inovasi.

Pertemuan G20 yang dihadiri para pemimpin membahas kondisi ekonomi dan inovasi dalam perubahan ekonomi, yaitu inovasi ekonomi digital.

Dalam pidatonya di Pertemuan Menteri G20 mengenai ekonomi digital di Salta, Argentina Utara Varank mengatakan bahwa melalui media ekonomi digital, kita dapat menemukan cara dalam menerapkan sistem pembayaran dan pertukaran yang berbasis dari intervensi politik. Cara ini, juga dapat memukul keunggulan sejumlah mata uang.
Varank menambahkan “ekonomi digital akan menjadi pemicu revolusi industri dan keuangan baru. Negara-negara yang mempromosikan dan mengaplikasikan sektor publik yang inovatif, holistik, terintegrasi dan didukung oleh riset data dipastikan akan menjadi bintang di era digital,”ucapnya.

“Dua minggu lalu, Turki terlibat paksa dalam perang perdagangan mata uang. Kami melihat permainan pada mata uang kami. Namun kami tidak ada ketergantungan makro ekonomi. Sektor riil dan perbankan kuat. Melalui langkah yang terencana kami mampu menangani serangan ini,”katanya.

“Ekosistem Negara digital harus diperkuat. Ini tidak hanya memfasilitasi kami untuk mengambil keputusan tetapi juga meningkatkan produktivitas. Kerangka kerja yang saya sampaikan di G20 ini menjadi tolok ukur yang kuat dan andal bagi negara-negara yang berusaha untuk mengubah sistem pemerintahannya menuju pemerintahan digital” ungkap Varank.

Turki dan E-Government
Turki sudah menerapkan sistem E-Government sejak tahun 2000an. Sistem ini memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi dan kebutuhan sipil dan pendudukan. Saat ini lebih dari 400 lembaga Negara dan lebih dari 40 juta orang telah mendapatkan manfaat dari 300 layanan yang berbeda. Menurut survei kepuasan atas sistem e-government 95% pengguna merasa puas dengan platform ini.

“Prioritas pertama kami adalah untuk menganalisis kebutuhan dan harapan dari perusahaan kami dengan warga negara kita. Lalu kami menyederhanakan proses publik. Saat ini, lebih dari 400 lembaga negara dan lebih dari 40 juta orang mendapatkan manfaat dari 3.000 layanan berbeda. Menurut survei kepuasan pengguna akhir, 95 persen pengguna puas dengan platform ini”. (TWA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here