Menteri Luar Negeri Turki: Tarif Trump Melukai Perserikatan NATO

0
43

Ankara, Turki – Turki berkomitmen untuk berserikat dengan NATO dan sanksi dari Presiden Amerika Serikat melukai perserikatan, menteri luar negeri Mevlut Cavasoglu mengatakan pendapat tersebut pada kutipan opini yang disebar di USA Today pada Senin (20/08).

“Sanksi yang dikenakan, dengan maksud memengaruhi ekonomi Turki, akan merusak nilai jual dari bisnis Amerika dan Eropa juga,” Ditambahnya, peringatan bahwa keputusan Presiden Donald Trump bisa memiliki dampak yang lebih besar.

“Bertujuan untuk merusak ekonomi sekutu untuk menoreh angka politik dalam negeri adalah jalan yang sangat salah. Mengasingkan sekutu yang dengan negaranya berbagi kepentingan nasional yang vital adalah tindakan merusak diri sendiri,” ditegasknnya dalam kutipan tersebut.

Namun, ia juga memuji ucapan Presiden Donal Trump melalui telepon dengan anggota NATO untuk meningkatkan ditambahnya pengeluaran pertahan.

Menyebut kontribusi Turki kepada perserikatan, Cavusoglu mengatakan Presiden Donald Trump benar untuk pandangan itu dan Turki telah mencoba menjangkau sasaran resmi NATO sebagai anggotanya yang akan ditambah pertahan.

“Sasarannya, sayangnya, hanya sebagai “pedoman” dan masih segelintir dari anggota NATO bergerak menyidangkannya. Di sisi lain, Turki sudah mencoba menjangkau tujuan ini pada 2024. Kami juga satu dari anggota terlama dan anggota yang memiliki lokasi paling strategis dari NATO – bertugas sebagai pelindung dari serikat sayap selatan dan menyediakan kekuatan militer terkuat kedua,” dikatakannya, menyentuh kepentingan Turki di perserikatan.

Menggarisbawahi bahwa sanksi tersebut hanya akan “memperkeruh suasana kerja sama” Cavusoglu menekankan bangsa-bangsa seharusnya memberkuat ikatan daripada saling dorong mendorong pada masa sulit.

Menteri luar negeri Turki ini mengakhiri kutipan tersebut dengan mengatakan “Eskalasi gegabah ini harus dihentikan. Turki dan Amerika Serikat mungkin punya pandangan berbeda dalam sebuah kepentingan tapi kita secara strategis sejalan untuk hal yang lebih luas,” dia menambahkan “Demi kepentingan bersama, kita harus membicarakan kesepakatan dengan jalan diplomasi, daripada menggunakan ancaman dan provokasi, dan dengan komitmen untuk kenyataan dan sudut pandang.”

Turki dan Amerika Serikat sekarang sedang mengalami hubungan bilateral yang goyah diikuti dengan pengenaan sanksi Washington kepada dua menteri pemerintahan Turki karena tidak dibebaskannya pastur asal Amerika Andrew Brunson, yang mengahadapi tuduhan terkait terorisme di turki.

Pada 10 Agustus 2018, Presiden Donald Trump melayangkan penyerangannya kepada Turki dengan menggandakan tarif impor baja dan alumunium pada Turki. (AWN)

 

sumber: Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here