Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Fatih Dönmez: Gas Alam Dari Laut Hitam Akan Mulai Beroperasi Pada Tahun 2023

0
9

BERITATURKI.COM, Zonguldak – Pada hari jum’at (04/06/2021) Menteri ESDM Fatih Dönmez, dalam sambutannya pada Upacara Peresmian Pelabuhan Filyos dan peletakan batu pertama pada pembangunan Fasilitas Operasi Gas alam, menyatakan bahwa tekad Turki dalam eksplorasi dan produksi hidrokarbon terus berlanjut.

Ia Menunjukan bahwa upaya Turki baik di darat maupun di laut tidak melambat dalam masalah ini, Dönmez mengatakan, “Setelah penemuan 405 miliar meter kubik gas alam di ladang gas Sakarya, kami berhasil menemukan tiga sumber migas baru di darat pada bulan lalu. Kami akan tingkatkan produksi minyak dalam negeri menjadi 60 persen dengan tambahan 6.800 barel dari tiga sumur kami. Kami telah meningkatkannya menjadi lebih dari seribu barel. Target kami adalah meningkatkan produksi minyak dalam negeri menjadi rata-rata 100 ribu barel per hari pada tahun 2023.”

Dönmez menyatakan bahwa setelah ditemukannya oleh kapal pemboran Fatih di Ladang Gas Sakarya di laut hitam, proses pemboran di Türkali-1 dan Türkali-2 juga baru saja selesai, dan ia akan melanjutkan proses pemboran di Türkali-3. Adapun sumber Gas alam yang akan diekstraksi dari Laut Hitam diharapkan akan mulai beroperasi pada tahun 2023 nantinya.

Presiden Asosiasi Distributor Gas Alam Turki (GAZBİR) Yaşar Arslan mengatakan:

“Jika sekitar 15 miliar meter kubik gas alam diproduksi setiap tahun dari Sakarya Gas Field, di mana 405 miliar meter kubik gas telah ditemukan tahun lalu, maka impor gas alam Turki akan turun lebih dari 30 persen. Dengan sumber daya dalam negeri, kebutuhan konsumen perumahan kebutuhan sekitar 25 tahun akan terpenuhi. Hari ini, Bapak Presiden mengumumkan bahwa ada 135 miliar meter kubik cadangan gas alam kembali ditemukan di sumur Amasra-1. Cadangan yang ditemukan sesuai dengan permintaan gas alam Turki selama 3 tahun. Lapisan baru dapat ditemukan di wilayah tersebut dengan pekerjaan pengeboran baru yang harus dilakukan. Permintaan gas alam selama 9 tahun pun akan terpenuhi. Jika 20 miliar meter kubik gas alam diproduksi setiap tahun dari sumur Amasra-1 dan Danube-1, maka nilai impor gas alam tahunan Turki akan berkurang sekitar 5-6 miliar dolar.”

Wakil Presiden Rystad Energy Upstream Research and Analyst Unit, yang merupakan sebuah organisasi penelitian energi independen yang berbasis di Norwegia yang bernama Palzor Shenga mengatakan: “Sebagian besar penggunaan gas alam di Turki diimpor dari Rusia, Iran dan Azerbaijan. Menurut perkiraan kami, biaya produksi ambang batas di ladang di mana Turki menemukan gas jauh lebih kompetitif daripada harga gas alam yang diimpor. Oleh karena itu, penemuan ini akan secara signifikan mengurangi biaya impor negara. Ini juga akan memicu investasi yang signifikan di sektor gas dan minyak. Tentu saja, Turki memiliki jalan panjang untuk memastikan swasembada energinya, tetapi harapan baru negara itu dengan penemuan gas berbiaya rendah juga akan membuka jalan bagi program eksplorasi dan pengembangan lapangan yang lebih intensif.”

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here