Menteri Luar Negeri Turki: Solusi Militer Idlib akan Jadi ‘Bencana’

0
62

Moskow, Rusia – Turki dan Rusia perlu untuk melanjutkan kerjasama untuk mengejar gencatan senjata di Suriah, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Jumat (24/08), memperingatkan kalau kemungkinan solusi militer di baratlaut Idlib akan menjadi bencana.

Berbicara dengan wartawan di Moskow setelah pertemuannya dengan rekan Rusianya Sergey Lavrov, Cavusoglu mengatakan bahwa menjaga zona de-eskalasi di Idlib, Suriah sangat penting baik dari segi penghormatan kemanusiaan dan perjuangan melawan terorisme.

Menitikberatkan kalau lebih dari 3 juta penduduk tinggal di Idlib, dia mengatakan “Solusi militer di sana akan menjadi bencana. Itu akan menjadi bencana tidak hanya untuk daerah Idlib tapi juga untuk Suriah ke depan.”

“Memisahkan penduduk dengan penyerang di Idlib sangat penting untuk semua pihak, tapi solusi melalui perlawanan hanya akan memicu gelombang pengungsi baru dan bencana kemanusiaan,” dia mewanti.

“Sebuah solusi dengan perlawanan di Idlib akan merusak kepercayaan antara Rusia dan Turki sama halnya dengan kepercayaan peserta gencatan senjata.”

“Diperlukan bekerja dalam format Astana untuk [mewujudkan] gencatan senjata, perlu juga bekerja dalam mengembangkan proses politis,” dia bilang, mengacu pada proses yang dimulai di Astana, Kazakhstan.

Perwakilan dari negara-negara penanggung jawab dari gencatan senjata Suriah – Turki, Rusia, dan Iran – akan bertemu dengan Staffn de Mistura, utusan khusus PBB Suriah, pada titik ini dalam waktu dekat, tambah Cavusoglu. Permasalahan ini juga akan didiskusikan oleh presiden dari ketiga negara di Tehran pada September, dia bilang.

Cavusoglu juga mengatakan proses politis di Suriah harus dimulai dengan segera.

Menyatakan kalau daftar dari calon anggota untuk komite konstitusional sudah disimpulkan, Cavusoglu mengatakan “Mendirikan sebuah komite konstitusional secepatnya sangat penting untuk masa depan suriah. Kita mendukung proses ini.”

Situasi di Idlib juga memulai pertemuan antara menteri luar negeri  dan pertahanan dan kepala intelejen Rusia dan Turki.

Berlokasi dekat dengan perbatasan Turki, pada May lalu Idlib ditetapkan sebagai “zona de-eskalasi” dimana tindakan penyerangan secara keras dilarang.

Suriah baru saja mulai muncul dari konflik yang menghancurkan yang mulai pada awal 2011, saat rezim Assad menindak para demonstran dengan kekejaman yang tidak terduga.

Pejabat PBB memperkirakan ada sekitar ratusan ribu orang tewas dalam konflik ini. (AWN)

 

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here