Menlu Mevlut Cavusoglu : Sanksi AS Menyerang Hak Kedaulatan Turki

0
48
Menlu Turki Mevlut Cavusoglu (T.C. Dışişleri Bakanlığı)

Keputusan sanksi adalah langkah yang salah baik secara hukum maupun politik, kata diplomat top Turki.

BERITATURKI.COM, Ankara – Sanksi sepihak AS menyerang hak kedaulatan Turki dan negara-negara lain, kata menteri luar negeri Turki pada Kamis (17/12/2020). Dalam wawancara dengan penyiar berita Turki 24 TV, Mevlut Cavusoglu mengatakan hubungan antara kedua negara dapat dinormalisasi jika AS memenuhi harapan Turki. Dia menegaskan, keputusan sanksi itu merupakan langkah yang salah baik secara hukum maupun politik.

Memperhatikan bahwa Turki mengambil keputusan sistem pertahanan S-400 sebelum AS mengesahkan undang-undang yang memungkinkan sanksi, dia mengatakan juga sangat salah untuk menjatuhkan sanksi pada sekutunya.

Tentang pemerintahan baru AS, dia mengatakan Joe Biden mengetahui ekspektasi Turki, karena masalah yang berdampak negatif terhadap hubungan kita tidak dimulai selama periode Trump. Masalah ini mengemuka selama masa jabatan Barack Obama.

Ia mengatakan jika AS terus mendukung kelompok teror YPG/PKK, ketegangan antara kedua negara akan terus berlanjut. Menteri itu mengatakan Turki mendesak AS untuk tidak bekerja sama dengan satu kelompok teror untuk melenyapkan (ISIS) lainnya. Dia juga menggarisbawahi ekspektasi Turki dari AS terkait kelompok teror FETO, dengan mengatakan pelaku utama upaya kudeta 15 Juli telah tinggal di AS.

AS membutuhkan Turki secara strategis dan dalam hal kebijakan regional, tambahnya. AS pada hari Senin memberlakukan sanksi terhadap Turki atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.

Sanksi, yang berada di bawah Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), menargetkan Presidensi Industri Pertahanan Turki (SSB), termasuk Ismail Demir, kepala SSB, dan tiga pejabat lainnya.

Pada April 2017, ketika upaya berlarut-larut untuk membeli sistem pertahanan udara dari AS tidak membuahkan hasil, Turki menandatangani kontrak dengan Rusia untuk memperoleh perisai S-400.

Para pejabat AS telah menyuarakan penentangan terhadap penempatan mereka, mengklaim bahwa mereka tidak akan kompatibel dengan sistem NATO dan akan mengekspos jet F-35 untuk kemungkinan tipu daya Rusia.

Turki, bagaimanapun, menekankan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO, dan tidak menimbulkan ancaman bagi aliansi atau persenjataannya. Pejabat Turki telah berulang kali mengusulkan kelompok kerja untuk memeriksa masalah kompatibilitas teknis.

Sumber : Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here