Menlu Cavusoglu : Azerbaijan Mampu Mempertahankan Haknya di Nagorno-Karabakh

0
77
Ket. Foto : Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu berbicara di Meja Editor Anadolu Agency, Ankara, 30 September 2020. (Foto AA)

BERITATURKI.COM, Ankara – Azerbaijan sedang berjuang melawan penjajah dan mampu mempertahankan haknya di Nagorno-Karabakh yang diduduki Armenia, Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu mengatakan pada hari Rabu (30/09/2020), saat ia menegaskan kembali dukungan Turki untuk Baku.

“Turki akan mendukung Azerbaijan dengan segala cara yang mungkin. Tapi sejauh ini, pasukan mereka sendiri telah lebih dari cukup dalam perjuangan mereka melawan pendudukan ilegal Armenia,” kata Cavusoglu kepada Bagian Editor Anadolu Agency (AA).

Çavuşoğlu melanjutkan dengan mengatakan bahwa negara-negara yang menuntut gencatan senjata tidak dapat memperlakukan Baku dan Yerevan dengan cara yang sama. “Mereka harus meminta Armenia untuk mundur dari wilayah pendudukan milik Azerbaijan,” katanya.

“Di tempat mana penjajah dan orang-orang yang tanahnya ditempati diperlakukan sama?” Cavusoglu mengatakan, Armenia berani menyerang Azerbaijan karena negara lain telah mendukungnya.

Menteri luar negeri menyoroti kebuntuan atas masalah Nagorno-Karabakh, dengan mengatakan bahwa tidak ada langkah konkret yang diambil dalam tiga dekade terakhir untuk mengakhiri konflik tersebut.

Ia mencatat bahwa memperlakukan Azerbaijan seperti sedang menyerang Armenia tidak masuk akal karena negara itu berperang melawan penjajah di negerinya sendiri.

Bentrokan perbatasan meletus Minggu pagi ketika pasukan Armenia menargetkan pemukiman sipil Azerbaijan dan posisi militer, yang menyebabkan korban jiwa. Sejak itu, ketegangan terus meningkat dengan Turki berdiri teguh dengan Azerbaijan.

Uni Eropa, Rusia dan NATO, antara lain, telah mendesak penghentian segera bentrokan di sepanjang perbatasan.

Wilayah Nagorno-Karabakh, yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, telah dikuasai oleh separatis Armenia sejak konflik meletus menyusul pecahnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Meskipun gencatan senjata telah disepakati pada tahun 1994, Baku dan Yerevan masih secara teratur saling menuduh melakukan serangan di sekitar Nagorno-Karabakh dan di sepanjang perbatasan Azerbaijan-Armenia.

Ada empat resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan dua Majelis Umum PBB (UNGA) serta seruan yang tak terhitung banyaknya oleh organisasi internasional yang menuntut penarikan pasukan Armenia pendudukan dari Nagorno-Karabakh dan tujuh wilayah pendudukan Azerbaijan lainnya.

Sumber : Daily Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here