Menkes Turki: Vaksin COVID-19 Turki Siap Diuji Dalam 2 Pekan Ini

0
33

BERITATURKI.COM, Ankara- Turki siap mendaftarkan uji coba vaksin manusia pertama untuk virus korona dalam dua pekan ini, demikian disampaikan menteri kesehatan negara itu Jumat (09/10).

“Para subjek akan diberi dosis pertama setelah diisolasi selama lima hari, menjalani semua pemeriksaan yang diperlukan,” kata Fahrettin Koca pada konferensi pers di provinsi selatan Adana.

Mengenai situasi virus di Turki, menteri mendesak masyarakat untuk tidak lengah dan terus mengikuti aturan keamanan COVID-19, menambahkan bahwa jumlah kasus virus menurun di semua kota Turki kecuali Istanbul.

Ia menegaskan bahwa Turki telah membuktikan memiliki sistem kesehatan masyarakat yang luar biasa, dengan keberhasilannya selama pandemi juga dielu-elukan sebagai contoh oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Negara kami melakukan pertarungan ini dengan sukses besar. Kami adalah salah satu negara yang sedang keluar dari krisis ini dengan kerusakan paling sedikit,” tambah Koca.

Dia mengatakan tingkat hunian keseluruhan untuk tempat tidur rumah sakit di Turki saat ini adalah 48%, dengan 68% untuk kapasitas perawatan intensif digunakan, serta 31% dari ventilator, menambahkan bahwa Turki memiliki total 11.800 tim filiasi dan 35.400 personel filiasi – lebih. dibandingkan jumlah dokter yang terlibat dalam perang melawan COVID-19 di banyak negara.

Turki melaporkan 1.629 pasien baru dan 1.402 pemulihan lagi dalam lebih dari 24 jam, kata Kementerian Kesehatan negara itu, Jumat.

Jumlah pasien hingga saat ini mencapai 332.382, dengan total pemulihan 291.754, menurut data kementerian, sementara sekitar 115.295 lebih banyak tes COVID-19 dilakukan selama periode yang sama, sehingga penghitungan keseluruhan menjadi lebih dari 11,4 juta.

Korban tewas akibat virus mencapai 8.722, dengan 55 kematian lebih.

Di seluruh dunia, COVID-19 telah merenggut lebih dari 1,06 juta nyawa di 188 negara dan wilayah sejak Desember lalu. Amerika Serikat, India, dan Brasil saat ini adalah negara yang paling parah terkena dampaknya.

Lebih dari 36,69 juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan pemulihan lebih dari 25,5 juta, menurut angka yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.

Source : Daily_Sabah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here